Selasa, 03 Mei 2016

“Gangguan Kesehatan Masyarakat Akibat Radiasi Elektromagnetik, Manajemen Berbasis Lingkungan Jadi Solusi”

Bismillaahir rahmaanir rahiim
Assalaamu’alaykum Wr. Wb.,
Selamat siang dan salam sejahtera bagi kita semua,
Yang terhormat para Dewan juri,
Yang saya hormati dan saya banggakan para hadir dan seluruh rekan muda Indonesia.
Alhamdulillaah Puji Syukur kita panjatkan kehadirat Allah SWT Tuhan Semesta Alam yang telah menempatkan kita di negeri yang “Gemah ripah loh jinawi”, Indonesia.
Sholawat dan salam semoga senantiasa tercurah limpahkan kepada nabi Muhammad SAW, sang edukator sejati yang telah mengajarkan kepada kita bahwa hidup adalah kebermanfaatan.
Pada kesempatan yang istimewa ini, saya akan menyampaikan pidato dengan tema “Gangguan Kesehatan Masyarakat Akibat Radiasi Elektromagnetik, Manajemen Berbasis Lingkungan Jadi Solusi”

Saudara-saudara yang saya hormati,
Pada tahun 2010 Badan Pusat Statistik telah melakukan sensus penduduk dan hasilnya jumlah penduduk Indonesia mencapai 237.641.326 jiwa terbanyak ke-4 di dunia setelah China, India dan Amerika. Seiring bertambahnya jumlah penduduk bertambah pula penggunaan listrik karena kehidupan manusia modern tidak dapat dipisahkan dengan kebutuhan akan energi listrik, baik untuk kebutuhan rumah tangga, maupun kegiatan lainnya.
Peningkatan kebutuhan tenaga listrik diiimbangi dengan pembangunan pembangkit listrik dan jaringan-jaringan transmisinya. Penyaluran tenaga listrik dari pusat pembangkit ke gardu induk maupun dari gardu induk satu ke gardu induk lain memerlukan jaringan transmisi, salah satunya dikenal dengan SUTET (Saluran Udara Tegangan Ekstra Tinggi) yaitu saluran tenaga listrik yang menggunakan kawat telanjang di udara bertegangan di atas 245 kV. Di Indonesia, SUTET yang beroperasi sebagian besar bertegangan 500 kV.

Hadirin yang saya hormati,
Pembangunan SUTET semula diupayakan untuk tidak melewati kawasan pemukiman penduduk.  Pembangunan SUTET yang terus berkembang, demikian pula pemukiman penduduk yang juga semakin berkembang, menyebabkan SUTET tersebut seringkali terpaksa harus melewati kawasan sekitar pemukiman penduduk, padahal SUTET memiliki medan elektromagnetik.
Medan elektromagnetik, sebagaimana dikemukakan oleh WHO dan IDI (Ikatan Dokter Indonesia), berpotensi menimbulkan berbagai gangguan, antara lain terhadap sistem darah, sistem kardiovaskular, sistem saraf maupun sistem reproduksi. Hal ini menimbulkan kecemasan pada penduduk yang bertempat tinggal di bawah SUTET. Tim Peneliti di Childhood Cancer Research Group, Universitas Oxford pada Juni 2005, menyatakan bahwa anak yang lahir dari keluarga yang bertempat tinggal 200 meter di bawah jaringan transmisi tegangan tinggi mempunyai 70 persen peningkatan risiko penyakit leukemia.



Hadirin yang saya hormati,
Problem kesehatan masyarakat akibat radiasi elektromagnetik pada hakikatnya merupakan problem lingkungan. Oleh karena itu, pengelolaan paling tepat untuk mengatasi problem ini adalah manajemen berbasis lingkungan, dimulai dari tingkat hulu menuju hilir.
Dalam proses kejadian penyakit, termasuk penyakit yang berpotensi  ditimbulkan oleh radiasi elektromagnetik SUTET, pada hakikatnya dapat diuraikan dalam empat simpul.  Simpul A, merupakan simpul paling hulu, yaitu sumber penyakit, dalam hal ini berupa radiasi elektromagnetik. Simpul B, merupakan komponen lingkungan yang berupa media transmisi penyakit tersebut, dalam hal ini ruang di sekeliling SUTET serta bahan yang dapat menghantarkan listrik. Simpul C adalah penduduk dengan berbagai variabel kependudukan, seperti pendidikan, kepadatan, perilaku dan sebagainya. Sedangkan simpul D atau simpul yang paling hilir, adalah penduduk yang dalam keadaan sakit atau terganggu kesehatannya, setelah mendapat pajanan oleh komponen lingkungan, dalam hal ini radiasi elektromagnetik.
Prinsip penanggulangan yang utama adalah pada simpul A, yaitu menjauhkan penduduk dari pajanan medan elektromagnetik oleh SUTET, dengan prinsip bahwa di bawah SUTET idealnya tidak ada pemukiman atau SUTET diusahakan untuk tidak melewati pemukiman penduduk. Apabila manajemen pada simpul A tidak dapat dilakukan, seyogianya segera melaksanakan manajemen pada simpul B, diharapkan dapat mengurangi atau bahkan meniadakan radiasi yang sampai pada lingkungan, yaitu sebagai berikut:                   
a.       Mengusahakan agar rumah menggunakan plafon
b.      Apabila atap rumah terbuat dari logam atau seng yang berfungsi sebagai penghantar listrik, sebaiknya dilakukan pentanahan (grounding)
c.       Apabila atap rumah tidak berbahan logam, usahakan untuk tidak dipergunakan meletakkan bahan logam seperti antena TV, talang seng dan sebagainya.
d.      Semua benda logam, seperti kawat jemuran, mobil, sepeda motor yang berada di bawah SUTET, sebaiknya dialirkan ke tanah, agar netral kembali.
e.       Apabila terdapat saluran intercom, sedapat mungkin dijauhkan dari SUTET.
f.       Jangan membuat jemuran yang atasnya bebas sama sekali dari pepohonan. Buatlah jemuran dari kayu, bambu, tali plastik, dan bukan dari kawat maupun tiang besi. 
g.      Tanamlah sebanyak mungkin pohon di lahan kosong sekitar rumah. 
h.      Jangan berada di luar rumah di bawah SUTET, terutama pada malam hari. Pada saat ini arus yang mengaliri kawat penghantar SUTET lebih tinggi daripada siang hari.

Dewan juri saya hormati,
Selanjutnya simpul C disebut perilaku pemajanan yaitu jumlah kontak antara manusia dengan komponen lingkungan yang mengandung potensi bahaya penyakit, dalam hal ini radiasi elektromagnetik. Pengukuran ataupun deteksi dini pada simpul C dilakukan dengan mengukur perubahan-perubahan sistem atau organ tubuh  secara berkala. Deteksi dini terhadap gangguan kesehatan pada penduduk yang bertempat tinggal di bawah SUTET, harus dilakukan, agar dapat dilaksanakan tindakan dini terhadap segala kemungkinan kejadian penyakit.
Kemudian simpul D atau bagian hilir dari teori simpul ini adalah gangguan kesehatan atau penyakit, yang merupakan hasil akhir dari interaksi antara manusia dengan lingkungannya. Solusi terhadap simpul ini tentu saja berupa pengobatan terhadap berbagai gangguan kesehatan yang terjadi, baik berupa  keluhan dan gejala, maupun penyakit menahun.



Hadirin yang saya hormati,
Dengan manajemen berbasis lingkungan hambatan yang timbul khususnya dari aspek keseimbangan lingkungan dapat teratasi. Dengan demikian, pembangunan sumber daya energi listrik, tetap berjalan dengan baik karena untuk kepentingan umum yang sangat strategis. Lebih dari itu, lingkungan pendudukpun menjadi terhindar dari gangguan kesehatan akibat radiasi elektromagnetik.

Jangan berfikir apa yang diberikan negara untukmu, tapi berupayalah apa yang kau berikan untuk negeri ini. Maju Terus Pantang Menyerah!! 
terima kasih.

Wassalaamu’alaikum Wr. Wb.


Viqi Nursekha
Brebes, Jawa Tengah

0 komentar:

Posting Komentar

Posting Lebih Baru Posting Lama Beranda

About Me

Foto Saya
Bimbel Matematika, Pendampingan ABK, Psikologi Islam, Panahan, Seminar Pendidikan, dan Outbond silakan tinggalkan komentar atau DM di IG @viqinursekha , Youtube: Mas Viqi , Facebook Viqi Nur Sekha
 

Entri Populer

 

Templates by Nano Yulianto | CSS3 by David Walsh | Powered by {N}Code & Blogger