Jumat, 20 Mei 2016

Senandung Muktamar XVII IMM (Mars Muktamar IMM)

Di bawah langit bumi pertiwi
Merekah mawar menyambut mentari
Untuk mengabdi padamu negeri
Setiaku tak bertepi
Ikatan Mahasiswa Muhammmadiyah
Bersamamu ku rangkai masa depan
Langkah tegak penuh harapan
Ikhlas hati mengemban dakwah perserikatan
Untuk Indonesia berkemajuan

Denganmu ku pilih jalan berjuang
Ikhlas berkorban untuk agama
Demi tegaknya Islam yang rahmat
Bersamamu ku pantang menyerah

Tekad bulat ku semai di dada
Teguh jiwaku dalam berdakwah
Untuk meluruskan kiblat bangsa
Bersamamu ku pantang menyerah 2x


Kamis Wage, 12 Rajab 1437 H / 19 Mei 2016 M
@Karangwangkal

Rabu, 18 Mei 2016

Tetap Bijak meski Perokok

Kawan, kalian perokok? atau malah kalian benci rokok/perokok?. Kali ini kita akan melihat dari sudut pandang bukan perokok atau perokok pasif, “Bisakah perokok menjadi orang bijak (saat merokok)?,” akan coba kita bahas.
Ya, tak sedikit orang yang merokok dan banyak juga yang tidak merokok. Tapi seringkali perokok mengabaikan saudaranya yang tidak merokok, merokok seenaknya saja dimanapun kapanpun, meski di sekelilingnya ada bukan perokok, tapi dia acuh tak acuh, main hisap rokok saja. Padahal perokok pasif lebih berisiko dibanding perokok itu sendiri, hai para penggemar rokok, tegakah kau menyakiti saudara-saudaramu?, tentu tidak.
Kalian para fans rokok bisa menjadi orang bijak kok, kalau ada yang bertanya “Apa mungkin?,” mungkin sekali. Bagaimana caranya?, saya yakin kalian pasti punya hati nurani, di hati kalian ada kebaikan, ada rasa peduli. Manfaatkanlah potensimu ini, merokoklah di tempat yang tidak ada perokok, tidak ada anak kecil, tidak ada bayi, setelah itu buanglah putung rokok pada tempatnya.
Cukup itu? tidak!!, pasti kalian bisa hitung-hitungan. Coba saja kalian sadari, merokok minimal butuh Rp10.000 atau lebih setiap harinya. Dikali seminggu, sebulan, setahun, sepanjang merokok, wah pastinya jumlah yang banyak donk. Coba kita hitung dalam  setahun, hasilnya 365 x Rp10.000 = Rp3.650.000 (kost saya pertahun juga tidak ada separuhnya), ini baru pertahun dan perorang loh. Jumlah yang sangat besar, bisa dimanfaatkan untuk pendidikan anak, keluarga atau saudara. Untuk kurban kambing juga masih ada sisa. Kalau mau hidup lebih sehat, lebih hemat, lebih bijak, hidup lebih bermanfaat, berhentilah merokok. Sayangi dirimu dan saudaramu.

Karangwangkal,
Rabu Pon, 11 Rajab 1437 H / 18 Mei 2016 M



Tag: perokok bijak, merokok berbahaya, rokok racun, merokok pemborosan, berhenti merokok

Sedikit Bukan Berarti Sepele

Perihatin saya melihat teman-teman mahasiswa saat makan di warung dan masih ada sisa di piringnya, terutama menyisakan (yang kelihatannya hanya) butiran nasi. Apakah mereka tidak memikirkan proses bahan makanan menjadi hidangan, hidangan di meja yang siap santap saja. Apakah mereka tidak memikirkan saudara-saudara mereka yang kelaparan? Kekurangan gizi? Tega sekali orang-orang ini, para pemakan yang tidak pernah habis. Mubadzir.

Dalam benakku, “Mahasiswa saja begitu, apalagi bukan mahasiswa”. Coba hitung berapa banyak orang yang menyisakan nasi di piringnya? perorang berapa gram?. Dikalikan setiap hari, minggu, setahun, seumur hidup, pastinya fantastis. Jumlah penduduk Indonesia mencapai 250.000.000 (dua ratus lima puluh juta) jiwa, ambil saja 80 juta (kurang dari 1/3) yang setiap makan menyisakan nasi, taruhlah menyisakan 1 gram setiap makan (padahal kadang lebih). Mari kita hitung untuk waktu sehari, seminggu, sebulan dan setahun.
Sehari, 1 gram x 3 kali sehari x 80.000.000 orang = 240.000.000 gram nasi = 240 Ton nasi.
Seminggu, 240 Ton x 7 = 1.680 Ton nasi.
Sebulan, 240 Ton x 30 = 7.200 Ton nasi.
Setahun, 240 Ton x 365 = 87.600 Ton nasi.
Kita bagi dengan setiap orang sekali makan rata-rata 2 ons nasi, ( 1 Ton = 10.000 ons)
Sehari, 2.400.000 : 2 = 4.800.000 jatah makan
Seminggu, 4.800.000 x 7 = 33.600.000 jatah makan
Sebulan, 4.800.000 x 30 = 144.000.000 jatah makan
Setahun, 4.800.000 x 365 = 1.752.000.000 jatah makan.
FANTASTIS!!, yang kelihatannya hanya menyisakan 1 gram saja perorang setiap kali makan, setelah kita hitung, padahal dalam sehari membuang jatah makan 4,8 juta orang sampai dalam satu tahun membuang jatah makan 1.752.000.000 orang (hampir 2 Milyar). Mubadzir. Padahal saudara-saudara kita masih banyak yang kelaparan, kekurangan gizi, apalagi untuk mendapatkan sepiring mendapatkan sesuap nasi saja susahnya minta ampun.

Setelah kita tahu betapa banyak nasi yang dibuang, nasi yang mubadzir, marilah kita makan ambil secukupnya supaya habis. Meski kelihatannya sepele, makan menyisakan 1 gram nasi saja tapi dampaknya begitu fantastis. Di hadapan Allah Tuhan Pemberi Rizki, tidak ada yang sepele, semua ada dampaknya (lihat QS. Az Zalzalah : 7-8). Sedikit Bukan Berarti Sepele.


Karangwangkal,
Rabu Pon, 11 Rajab 1437 H / 18 Mei 2016 M



Tag: QS. Az Zalzalah : 7-8, kelaparan, kekurangan gizi, mubadzir, penduduk Indonesia

Kiat Mengubah Bangsa

Disuatu ketika
Terbesit suara hatiku menggema
Punya cita cita tuk mengubah bangsa
Dengan serta merta

Namun hatiku merasa kecewa
Karna bangsaku tiada berubah
kini kuurung niatan hati ini
Biarlah kuubah diri sendiri

          Ku mulai dari diri sendiri
          Ku mulai dari yang paling kecil
          Tak kan pernah aku menunda-nunda
          Kan kumulai saat ini juga
         
          Beginilah harusnya diri kita
          Bila ingin bangsa ini berubah
          Jangan pernah saling salah-menyalah
          Lebih baik salahkan diri segera

Oleh Aa Gym
Lagu wajib sekolah saat saya SMP, diputar setiap pagi dan saat istirahat


Tag: SMP N 1 Paguyangan SSN, Spensa Paguyangan, OSIS, Pramuka

Selasa, 17 Mei 2016

JADWAL WAKTU SHOLAT Mei 2016 M UNTUK WILAYAH UNSOED PURWOKERTO & Sekitarnya

JADWAL WAKTU SHOLAT
Mei 2016 M
UNTUK WILAYAH UNSOED PURWOKERTO & Sekitarnya
Arah Kiblat: 294° 53’     Lintang: 7° 24' LS     Bujur: 109° 15'     Tinggi Tempat: 129 m
Tanggal Imsak Shubuh Terbit Dhuha Dluhur Ashar Maghrib Isya
1 04.17 04.27 05.40 06.10 11.43 15.04 17.39 18.49
2 04.17 04.27 05.40 06.10 11.43 15.04 17.39 18.49
3 04.17 04.27 05.40 06.11 11.42 15.04 17.39 18.49
4 04.17 04.27 05.40 06.11 11.42 15.04 17.39 18.49
5 04.17 04.27 05.40 06.11 11.42 15.04 17.38 18.49
6 04.17 04.27 05.41 06.11 11.42 15.04 17.38 18.49
7 04.17 04.27 05.41 06.11 11.42 15.04 17.38 18.49
8 04.17 04.27 05.41 06.11 11.42 15.04 17.38 18.48
9 04.17 04.27 05.41 06.11 11.42 15.04 17.38 18.48
10 04.17 04.27 05.41 06.11 11.42 15.04 17.37 18.48
11 04.17 04.27 05.41 06.12 11.42 15.04 17.37 18.48
12 04.17 04.27 05.41 06.12 11.42 15.04 17.37 18.48
13 04.17 04.27 05.41 06.12 11.42 15.04 17.37 18.48
14 04.17 04.27 05.41 06.12 11.42 15.04 17.37 18.48
15 04.17 04.27 05.42 06.12 11.42 15.04 17.37 18.48
16 04.17 04.27 05.42 06.12 11.42 15.04 17.37 18.48
17 04.17 04.27 05.42 06.13 11.42 15.04 17.36 18.48
18 04.17 04.27 05.42 06.13 11.42 15.04 17.36 18.48
19 04.17 04.27 05.42 06.13 11.42 15.04 17.36 18.48
20 04.17 04.27 05.42 06.13 11.42 15.04 17.36 18.48
21 04.18 04.28 05.43 06.13 11.42 15.04 17.36 18.48
22 04.18 04.28 05.43 06.14 11.42 15.04 17.36 18.48
23 04.18 04.28 05.43 06.14 11.42 15.04 17.36 18.48
24 04.18 04.28 05.43 06.14 11.42 15.04 17.36 18.48
25 04.18 04.28 05.43 06.14 11.42 15.04 17.36 18.48
26 04.18 04.28 05.43 06.14 11.43 15.04 17.36 18.49
27 04.18 04.28 05.44 06.15 11.43 15.04 17.36 18.49
28 04.18 04.28 05.44 06.15 11.43 15.04 17.36 18.49
29 04.18 04.28 05.44 06.15 11.43 15.04 17.36 18.49
30 04.19 04.29 05.44 06.15 11.43 15.04 17.36 18.49
31 04.19 04.29 05.45 06.16 11.43 15.04 17.36 18.49
Purwokerto, 3 Mei 2016
Ketua PKM Hisab UNSOED
VIQI NURSEKHA
NIM. H1B013001
Sumber dari Majelis Tarjih dan Tajdid Pimpinan Pusat Muhammadiyah
e-mail: viqi.nursekha1@gmail.com
facebook: www.facebook.com/viqi.nursekha1
id line: viqinursekha

Kader IMM UNSOED Juara Penulisan Nasional


SELAMAT
kepada
Immawan Uci Febrian
(Bidang Keilmuan IMM Soedirman UNSOED 2015-2016)
sebagai
Juara 1 Penulisan GEMAR "Gerakan Menutup Aurat"
MuslimDaily.Net dan UKKI UNSOED 2016

Pelatihan Jurnalistik dan Penulisan MuslimDaily.Net dan UKKI UNSOED 2016


Jodoh? Jangan Khawatir... Jodoh Bukan Siapa Cepat Dia Dapat


Hay... Para Single,
Kalian semua luar biasa....
Bagaimana kabar nich? Saya harap kalian tidak merasa galau, ketinggalan atau minder karena nggak punya pacar atau someone. PeDe aja kali,,, nikmati harimu, manfaatkan sebaik-baiknya untuk belajar, berkarir dan berkarya, juga untuk beribadah semaksimal mungkin, karena remaja yang hatinya terpaut dengan masjid (ibadahnya bagus-pen) akan mendapat naungan Allah Sang Rabb Mahacinta saat nanti tidak ada naungan selain dari-Nya. Pengin donk pastinya.

Ngomong-ngomong jodoh nich, ehm ehm.. kamu lagi suka sama si dia, kamu lagi naksir si doi, kalau belum siap untuk membina rumah tangga, nggak perlu galau-galau, fokus saja pada kuliahmu sekarang, fokus saja pada karirmu sekarang. Lah kalau nggak diungkapkan sekarang, nanti direbut orang, nanti keduluan yang lain donk, nanti... dan bla-bla-bla-bla. Tenang.., jemput jodohmu dengan persiapan dirimu, terutama benahi agama dan akhlakmu. Allah sudah menjanjikan yang baik jodohnya yang baik, yang keji dengan yang keji (lihat QS. An-Nur: 26). Kalau kamu baik pasti jodohmu yang baik, kalau kamu biasa-biasa saja jodohmu juga yang biasa-biasa saja.

So, pantaskan dirimu untuk berjodoh dengannya, dengan yang baik (agamanya-pen). Karena Jodoh Bukan Siapa Cepat Dia Dapat tapi Siapa Pantas Dia Tepat.




Senin Manis di Karangwangkal,
9 Rajab 1437 H / 16 Mei 2016
Viqi Nursekha


Tag: Jodoh, Remaja, Pacaran dilarang, An-Nur:26

JATUH CINTA = JATUH dari POHON KELAPA


Hai... sahabat!!!:-)
Gimana puasa’y??? Lancarkan..?! mudah2n puasa ini membekaskan ketaqwaan dlm diri qT, aamiin...
Sahabat pEsbukerS,, wabil kHusus yg lg Falling in lJve.
Langsung aja ya.. q dPt wejangan dr Pak Guru kalo
“Jatuh Cinta = Jatuh dari Pohon Kelapa” au!! Sakit. T_T) J
Yaya.. kaLo qT Jatuh dr pohon kLapa kan sakit tuh, meski awalnya qT senEng cZ mau dpt ‘dawegan’.
begitupuN kLo qT jatuh cinta, memAng awalnya qT senen9 tP kLo ditolak or oRang yaN9 qT inceR terNyata ng9a ngrasain yg qT rasa/si-dia ngga cinta sama qT atau udah ada yg lain di hatinya..
gimana tuh? (hmm..dipanggiLin dokter cinta apa yah ???)
Ok, biar qT ngga sakit kayak jatuh daRi pohoN keLapa tenTunya qT haruS bisa menyikapinya.
Jatuh cinta haruS tepat, jan9an haNya cimon,, cZ yang boLeh cimon yaa.. cuma simon. do You agRee ??? Hehe,,
boLeh lah qT jatuh cintA sama Lawan jENis, itu normal kok.
taPi kaLo qT belum siap jan9an brani-braNinya nembak saat itu ju9a.
Sabaar... tung9u waktu y9 tepat, qt minta petunjuk AllAh Ta’ala.
Jan9an khawatir kaLo qT ngga nembak sekaran9 “jangan-jangan ada yg duluan” .
Yakinlah janji AllAh,, Laki-laki yang baik untuk wanita yang baik pula, begitu juga seBaliknya. (s0Rry jadinya ceramah J )
oK. Bagi temaN2 peLajar,, jangaN duLu main cinta. Marilah beLajar yan9 suN9guh-sungguh, cZ qT Lagi diTunggu untuk menjadi kholifah/pemimpin yan9 biSa meMbawa dunia menjadi lebih baik, baldatun Thoyyibatun wa Rabbun ghafur.
Mudah-mudahan berManfaat. Maturnuwun J
wasSalaamu’alaikum..


Kretek, Ramadhan 1434 H (2012 M)
Viqi Nursekha



Tag: Jatuh Cinta, Remaja, Cimon, Cinta Monyet, cinta SMA, anak SMA, nembak

Sukses Dunia Akhhirat Lewat Kuliner, Kenapa Tidak?


Seorang pemuda yang terlihat energik berdiri di depan outlet. Semburat senyum nampak terlihat jelas kala kami menyapanya. Wajahnya selalu tampak gembira, ramah tamah menyambut tamu yang datang. Ya, menyambut kami berempat dari MuslimDaily.Net , kamipun langsung dipersilakan duduk di salah-satu tempat duduk yang terbuat dari kayu yang dicat warna natural.
Pemuda bernama Junaidi, yang lebih akrab dipanggil “Bang Jo” Dia adalah seoranag CEO dan founder dari warung makan Ayam Kepruk di jalan H.Madrani Purwokerto. Seorang mahasiswa aktif dari Fakultas Peternakan Unsoed Purwokerto. Statusnya sebagai mahasiswa, tidak menghalangi untuk menjadi seorang pengusaha.
Bang Jo yang sejak SMP telah mengasah jiwa pengusahanya dengan menjual berbagai macam properti bersama saudaranya, telah membentuk pribadinya menjadi seorang pengusaha yang gigih dan pantang menyerah. 
Warung makan Ayam Kepruk yang berdiri kurang lebih hampir satu tahun ini, telah memiliki 8-12 pegawai, yang setiap harinya buka dari jam 9 pagi hingga jam 9 malam. Di warungnya ini, menyediakan berbagai macam makanan olahan yang berbahan dasar  ayam, jamur serta makanan lain.
Semangatnya dalam menjalani bisnis ini dibarengi dengan semangatnya dalam mengamalkan nilai-nilai Islam. Seorang pemuda ini sangat mengedepankan prisip-prinsip kehalalan dalam melakukan usaha. Dimana dalam memulai usahanya ini, pemuda ini memastikan bahwa modal yang diperoleh adalah modal yang halal. Kemudian juga, dalam mendapatkan hingga memproses bahan baku serta penyajiannya harus dipastikan kehalalannya. Karena pemuda ini memang memiliki motto hidup “Sukses Dunia Akhirat”, sehingga benar-benar tidak ingin usahanya ini malah menjadikan dia celaka nanti di akhirat.
Selain itu pula, pemuda ini memiliki semangat untuk menyajikan makanan yang halalan thoyyiban bagi para konsumen. Hal ini dijamin dengan mendaftarkan produknya untuk mendapatkan sertifikat halal dari MUI.
Usaha yang dimulai hanya dengan modal 3 juta ini telah berkembang menjadi sebuah usaha yang telah memiliki asset senilai 150 juta serta menghasilkan omset sampai 4jt tiap hari. Dalam menjalani usahanya, Bang Jo dibantu oleh seorang temannya yang bernama Awal. Mereka berdua bekerjasama dalam mengelola warung Ayam Kepruk.
Kendala yang dihadapi selama menjalani bisnis kuliner di Kota Satria ini tentu tidak bisa dianggap sepele. Bisnis makanan bak jamur di musim hujan. Semua berlomba-lomba menginvestasikan dananya untuk bisnis ini. Hal ini merupakan sebuah tantangan yang cukup berat untuk dihadapi. Walaupun begitu dengan motto kerja “Bergerak dan Bergerak”, Bang Jo selalu melakukan perbaikan dari waktu kewaktu, mulai dari perbaikan layanan serta kualitas produk hingga promosi yang massif dan menarik. Sehingga usaha Bang Jo ini tidak kalah dengan pesaing-pesaing bisnisnya.
“Selalulah bergerak dan bergerak untuk memperbaiki usaha, jangan sampai kita diam di tempat, karena kita akan tertinggal dengan pesaing bisnis kita” itulah pesan penutup yang diberikan oleh Bang Jo kepada kita semua untuk terus berjuang untuk menjadi seorang pebisnis di dunia dan di akhirat.


Oleh: Viqi Nursekha, Aleks, Taufik, Al Khawarizmi
7 Rajab 1437 H / 14 Mei 2016 M



Tag: Muslimdaily.net, UKKI UNSOED, Pengusaha Muslim, Pengusaha Muda

“ Wow!! Pelatihan Jurnalistik “


“Tuan, sebutir pelurumu yang nanti menembus kepalaku hanya akan membunuhku. Tapi tulisan dan buah pikiranku akan menembus ratusan, ribuan, jutaan kepala orang,” Sayyid Quthb.
Menulis-publikasi, menulis-publikasi itulah hobi baru yang saya coba lakukan akhir-akhir ini. Menulis artikel ilmiah, essay atau sekedar opini-opini ringan, semuanya saya lakukan mengalir begitu saja, entah itu sesuai pakem kepenulisan atau tidak. Kemudian saya coba publikasikan di majalah, jurnal kampus, blog saya ataupun hanya sekedar untuk update status di media sosial, intinya yang penting dipublikasikan. Harapannya sih tulisan saya bisa menginspirasi dan bermanfaat untuk yang membacanya.
Sampai pada dluha Jum’at, 29 April 2016 seperti biasa sebelum sholat dluha di mushola FMIPA UNSOED tempat nongkrong saya dan teman-teman Jurusan Matematika angkatan 2013, saya membaca papan informasi (pansi) di mushola itu. “Wow!! Alhamdulillaah, Pelatihan Jurnalistik dan Penulisan,” ucapku spontan, pamflet di pansi tersebut tertera tanggal pendaftaran sampai 30 April 2016, “Wah.. besok dong,” ujarku dalam hati. Pelatihan tersebut kerjasama UKKI UNSOED dan MuslimDaily.net . Selain mengisi formulir pendaftaran, saya sebagai calon peserta diminta mengirimkan sebuah tulisan tentang jurnalistik atau penulisan. Hari itu saya pulang malam dari kampus, karena ada agenda UKM, tak sempatlah saya mendaftar pelatihan tersebut. Sampai sebelum tidur, saya masih merencanakan untuk ikut pelatihan tersebut.
Sabtu keesokan harinya alhamdulillaah saya sempat mendaftar dengan mengisi formulir online dan mengirim sebuah tulisan yang saya beri judul “Tulisan Media Massa, Merubah Kehidupan Kita”, dengan harapan saya bisa lolos sebagai peserta, karena saya ingin sekali menjadi penulis yang baik dan bermanfaat. Pengumuman peserta yang lolos dijadwalkan Ahad, 8 Mei, tapi sampai tanggal 10 Mei pagi belum ada kabar peserta yang lolos, yang setahu saya pengumuman akan melalui whatsapp. Saya hari itu kuliah dan aktivitas di kampus seperti biasa, maghrib saya pulang ke kost, menjelang Isya saya buka tablet , langsung banyak pesan masuk, salah satunya pesan dari grup whatsapp yang sebelumnya saya belum tergabung, grup baruku “Pelatihan Jurnalistik dan Penulisan MD.Net”, saya baca pengumuman di grup tersebut, alhamdulillaah saya lolos menjadi peserta pelatihan.
Selang dua hari setelah pengumuman, ba’da ashar Kamisnya technical meeting (TM) di Masjid Nurul Ulum, masjid kampusku. Ternyata pelatihan ini menginap dan dimulai Jum’at pagi, saya niatkan ikut pelatihan ini sampai akhir meski saya ingin sekali datang ke Mata Najwa di alun-alun Purwokerto, tiket pun sudah ditangan, saya batalkan datang ke Mata Najwa karena acaranya berbenturan dengan pelatihan. Saya yakin, pasti akan mendapatkan manfaat yang lebih dengan mengikuti pelatihan kepenulisan ini.
Jum’at, 13 Mei jam 10 pagi saya tiba di Gedung Serba Guna Masjid Fatimatuzzahra (GSG Mafaza) tempat pelatihan jurnalistik dan penulisan, waktu itu masih pembukaan dan sedang sambutan dari pihak Mafaza, saya datang sedikit terlambat karena kuliah dulu, dan memang panitia memberikan kelonggaran untuk hari pertama. Sambutan usai, materi pertamapun dimulai, dengan pembicara Ustadz Burhan Sodiq, penulis nasional yang saya kagumi. Meski materi pertama dibagi tiga sesi, sebelum dluhur, ba’da dluhur dan ba’da ashar rasanya asyik, baik materi maupun cara penyampaiannya. Materi pertama sudah membuka dan menambah wawasan baru tentang penulisan, membuat saya semakin yakin pasti banyak manfaat dan harapan saya bisa tercapai, menjadi penulis yang menginspirasi kebaikan untuk pembacanya.
“Jika saya menjadi guru, hanya 40 anak yang akan mendengar omongan saya. Tapi, jika saya menjadi wartawan (penulis-pen), ada ribuan orang yang akan membaca tulisan saya,” Parni Hardi.

by Viqi Nursekha
7 Rajab 1437 H
14 Mei 2016 M



Tag: Jurnalistik Muslim, Wartawan Muslim, Muslimdaily.net, UKKI UNSOED, Pelatihan Jurnalistik dan Penulisan, Abdillah Onim, Berita Palestina Terkini, Burhan Sodiq, Ya Allah Aku Jatuh Cinta, Zulfikri, Parni Hardi Republika, Sayyid Quthb, IMM UNSOED

Modal Nekat, Guru Honorer Ini Mendaftar Calon Wali Kota

Contoh Hardnews


viqinews.com, Brebes – Prihatin terhadap nasib guru honorer, Ibnu Fulan, dengan semangat mengikuti tes seleksi bakal calon kepala daerah Brebes, Jawa Tengah, di kantor Partai Pro Rakyat (PPR) Jawa Tengah, di Semarang. “Saya, 13 Mei 2016 baru saja ikut tes di Semarang,” tuturnya, Sabtu, 14 Mei 2016.
Guru honorer bergaji Rp 400 ribu per bulan itu berangkat ke Semarang naik kereta dari Stasiun Bumiayu. Bersama calon wali kota dan wakil wali kota lainnya.
Fulan prihatin terhadap kondisi guru honorer. Jika terpilih, ia bertekad menyejahterakan guru yang senasib dengannya. “Gaji guru honorer tidak sebanding dengan pengabdian mereka,” ujarnya.
Keinginan warga Kelurahan Bulanayu, Brebes ini tak sepenuhnya mulus. Fulan ditegur kepala sekolah di tempat ia mengajar karena tidak minta izin. “Kalau minta izin malah tidak boleh,” katanya. Kini dia sedang menunggu hasil seleksi. Dia berharap, surat rekomendasi dari PPR jatuh ke tangannya.

VIQI NURSEKHA
6 Rajab 1437 H / 13 Mei 2016 M


Tag: Bakal Calon Bupati Brebes, Guru Honorer

Senin, 09 Mei 2016

Desa adalah kaki bagi negara: Indonesia berdikari, Lingkungan dan alam tetap lestari



Bismillaahir rahmaanir rahiim
Assalaamu’alaykum Wr. Wb.,
Selamat siang dan salam sejahtera bagi kita semua,
 
Yang saya hormati dan saya banggakan para hadir dan seluruh rekan muda Indonesia.
Alhamdulillaah Puji Syukur kita panjatkan kehadirat Allah SWT Tuhan Alam Semesta yang telah menempatkan kita di negeri yang “Gemah ripah loh jinawi”, Indonesia.
Sholawat dan salam semoga senantiasa tercurah limpahkan kepada nabi Muhammad SAW, sang pemimpin sejati yang telah mendobrak benteng-benteng kejahiliyahan dan mendirikan zaman peradaban yang madani, sang edukator sejati yang telah mengajarkan kepada kita bahwa hidup adalah kebermanfaatan.
Pada kesempatan yang istimewa ini, saya akan menyampaikan pidato dengan tema “Indonesia berdikari, Lingkungan dan alam tetap lestari”

Hadirin yang saya hormati,
Kita dan warga dunia tentu sepakat bahwa Indonesia adalah sebuah negeri yang begitu Indah,
Jumlah keindahan Indonesia tidak bisa diterjemahkan dengan angka, bahkan oleh matematikawan Phytagoras sekalipun. Keindahan Indonesia terbentang luas dari Gunung Peutsagu di Aceh sampai Pegunungan Jaya Wijaya di Papua. Indonesia bertaburan 17.500 lebih pulau bak bintang bertaburan di langit malam yang indah. Pulau-pulau indah Indonesia dikelilingi oleh laut yang begitu kaya dengan sumber daya alam. Letak Indonesiapun sangat strategis selain berada di khatulistiwa sehingga sangat produktif untuk pertanian, peternakan dan perikanan baik di darat maupun di lautan, Indonesia juga diapit 2 samudera luas Samudera Hindia dan Samudera Pasifik, diapit 2 Benua: Benua Asia dan Benua Australia. Kekayaan Indonesia juga tercermin dari keberagaman suku bangsanya yang lebih dari 1130 suku bangsa beserta dengan keanekaragaman budaya, adat, flora dan faunanya.

Saudara-saudara yang saya hormati,
Pada tahun 2010 Badan Pusat Statistik telah melakukan sensus penduduk dan hasilnya jumlah penduduk Indonesia mencapai 237.641.326 jiwa terbanyak ke-4 di dunia setelah China, India dan Amerika dan pada tahun 2025 diperkirakan Penduduk Indonesia berkembang menjadi 273,7 juta jiwa. Namun dari jumlah penduduk yang besar tersebut penyebarannya tidak merata dan SDM masih belum mampu untuk mengolah, mengatur dan memanfaatkan sebanyak-banyak dan sebaik-baiknya untuk Indonesia berdikari.
Tapi kita tentu bertanya-tanya kenapa Indonesia masih tertinggal dari China, India dan Amerika dalam hal ekonomi, pendidikan, teknologi dan sebagainya meskipun jumlah penduduk mereka lebih banyak dibanding Indonesia. Teknologi China, India dan Amerika telah lebih mutakhir dan bahkan bisa untuk menguasai pasar dunia.
Lalu, apakah pendidikan Indonesia juga harus meniru pendidikan Amerika?!
Kita harus katakan tidak!! Karena Indonesia adalah negara yang kaya raya sumber daya alamnya, tongkat ditancapkanpun akan berbuah. Jika kekayaan Indonesia dikelola dengan baik maka Indonesia akan menjadi Indonesia yang berdikari.

Saudara-saudara sebangsa dan setanah air,
Menurut data Kementerian Dalam Negeri Indonesia tahun 2013 terdapat 72.944 wilayah administrasi desa. Desa dan penduduknya banyak tapi Indonesia belum berdikari bahkan alamnya banyak yang rusak, oleh karena itu maka Pendidikan Indonesia harus berdasarkan dengan kearifan lokalnya, yaitu Pendidikan yang mengajarkan pemanfaatan potensi lokal dan cara melestarikannya.
Hasil kajian Puslitbang BKKBN 2011 menunjukkan bahwa dari 23.902.077 jiwa penduduk kelompok umur 19-24 tahun hanya 0,66 persen tamat Diploma IV/Perguruan Tinggi. Dari total jumlah remaja yang ada persentase buta huruf remaja laki-laki 0,8 persen, dua kali lebih besar dibandingkan penduduk remaja perempuan 0,44 persen yang buta huruf.
Berdasarkan data Sensus Penduduk 2010, Jumlah angkatan kerja sebanyak 172.070.339 jiwa, 66,06 persen diantaranya adalah remaja usia 15-24 tahun, jumlah tersebut menunjukkan bahwa penduduk remaja cukup besar yang termasuk dalam angkatan kerja yang perlu ditingkatkan kualitasnya agar dapat benar-benar sebagai aset pembangunan yang potensial.

Hadirin yang saya hormati,
Dengan Indonesia memiliki jumlah desa yang besar serta berada di wilayah yang strategis dan menguntungkan tentu Indonesia harus menjadi negara yang makmur dan berdikari yaitu negara yang mampu mengolah dan memanfaatkan Sumber Daya Manusia dan Alamnya sebaik mungkin untuk kemajuan dan kemakmuran bangsanya. Lalu, bagaimana caranya?!
Moh. Yamin pernah mengatakan bahwa : “Desa adalah ibarat kaki bagi negara, jika kaki lumpuh maka tubuh dan kepala tidak akan maksimal”

Oleh karena itu Pemudi-Pemuda Indonesia harus turut berperan dengan menjadi generasi yang terdidik terutama melalui pendidikan formal, kemudian kembali ke desa, membangun desa dan melestarikan alamnya. Jika hal tersebut terjadi maka kaki-kaki Indonesia yaitu Desa terbangun, maju dan alamnya lestari sehingga Indonesia tidak pincang lagi dan siap berdikari tanpa melupakan kelestariaan alamya bahkan laut Indonesia menjadi kolam susu dunia, ladang Indonesia menjadi sumber ternak dan sumber pertanian dunia, hutan Indonesia kembali menjadi nafas dunia.

Hadirin yang saya hormati,
1 abad Indonesia di depan mata,
1 abad Indonesia 2045 harus menjadi perayaan Indonesia Maju dan Berdikari.

Saudara-saudara sebangsa dan setanah air,
Sebagai generasi muda bangsa penerus dan penyempurna estafet kepemimpinan masa depan, kita harus mempersiapkan diri dengan pendidikan yang berbasis kearifan lokal yaitu pendidikan yang mengajarkan pemanfaatan potensi lokal dan cara melestarikannya. Setelah itu kita turut serta membangun desa, membangun kaki negara.
Saat ini dan yang akan datang adalah jatah kita mengukir prasasti emas Kemajuan Indonesia Kemajuan bangsa kita, menjadikan Indonesia bangsa yang berdikari dan alam tetap lestari.
Jangan berfikir apa yang diberikan negara untukmu, tapi berupayalah apa yang kau berikan untuk negeri ini. Maju Terus Pantang Menyerah!! 
terima kasih.
Wassalaamu’alaikum Wr. Wb.

Viqi Nursekha
Postingan Lebih Baru Postingan Lama Beranda

About Me

Foto Saya
Bimbel Matematika, Pendampingan ABK, Psikologi Islam, Panahan, Seminar Pendidikan, dan Outbond silakan tinggalkan komentar atau DM di IG @viqinursekha , Youtube: Mas Viqi , Facebook Viqi Nur Sekha
 

Entri Populer

 

Templates by Nano Yulianto | CSS3 by David Walsh | Powered by {N}Code & Blogger