Tampilkan postingan dengan label Inspirasi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Inspirasi. Tampilkan semua postingan

Senin, 05 September 2022

Pendidikan Jalan Mendapat Ridho Allah SwT

Mencerdaskan kehidupan bangsa, itulah salah satu amanat UUD 1945 RI yang dominan terngiyang-ngiyang dalam benak sejak saya kecil. Pendidikan dasar 9 tahun saya tempuh di sekolah negeri membuat jiwa nasionalis tumbuh, termasuk menjadikan UUD 1945 RI cara pandang hidup. Kemudian SMA, saya melanjutkan ke sekolah Islam yaitu SMA Muhammadiyah, di sekolah tersebut nasionalisme tidak pudar justru semakin dikuatkan dengan nilai-nilai Islam yang bersumber dari Al Qur'an dan Hadits/Asunnah Makbulah.



Islam juga memuliakan siapapun yang ada dalam sistem pendidikan. Hal tersebut menguatkan semangat mencerdaskan kehidupan bangsa karena dengan demikian pendidikan bernilai abadi sampai ke alam akhirat, sehingga dapat mengantarkan siapapun mendapat Ridho Allah SwT, bukan sekedar mendapat kebaikan dunia.


Maka bergabung di dunia pendidikan menjadi sesuatu yang sangat bernilai bagi saya karena mencerdaskan kehidupan bangsa bukan sekedar amanat negara tetapi juga kewajiban sebagai muslim. Waktu demi waktu terus saya mencoba ada di lingkungan pendidikan, meski sesekali secara pekerjaan pernah keluar dari dunia pendidikan. Niat hati mencerdaskan kehidupan bangsa dengan Kuasa Allah SwT kesempatan bergabung dengan dunia pendidikan selalu ada dan saya terima dengan penuh syukur serta semangat terus belajar supaya cita-cita mencerdaskan kehidupan bangsa bisa diraih setahap demi setahap. Aamiin yaa rabbal 'aalamiin. (Viqi)


Masjid Al Jihad Banjarmasin 16.32 WITA

Senin Wage, 9 Safar 1444 H / 5 September 2022 M

Selasa, 22 Mei 2018

Untuk Taqwa Aku Butuh Nasihat


Visi hidupku beribadah kepada Allah untuk kemaslahatan seluas-luasnya
Impian terbesarku berjumpa Allah di surga kelak
Qur’an dan hadist pedomanku
Ibu dan ayahku penerang hidupku, wakil Allah di dunia ini

Niat fastabiqul khoirot tertanam dalam hatiku
Uswah khasanahku Rosul Muhammad SAW
Republik Indonesia negeri tumpah darah yang ku cinta dan ku banggakan

Semangat berbagi dan mengabdi menjadi nafasku
Engkau yang bersamaku tetaplah setia untuk membimbing di jalan Allah
Kau yang bersamaku tetaplah setia untuk membimbing di jalan Allah
Hai ! Kamu yang bersamaku tetaplah setia untuk membimbing di jalan Allah
Aku manusia, yang tak lepas dari nasihat dari Saudara-saudariku

Kamis Pahing di Kretek 22.25, 2 Ramadhan 1439 H / 17 mei 2018 M

Berorganisasi Membuat Remaja Berkarakter and Anti Pacaran


Setiap momen silaturahim tak jarang muncul pertanyaan untukku, “Masih lajang atau sudah menikah?”, kadang juga “Kapan nikah?”, atau “sudah punya calon Mas?” dan pertanyaan sejenis lainnya. Bahkan ada yang menawarkan untuk jadi menantu dia, entah itu serius atau gurauan karena aku yakini serius atau gurauan itu sama saja dalam hal menawarkan/meminta perjodohan. Allahu akbar, itulah hidup anak manusia yang usianya sudah kepala dua. Nikmaaat...sekali rasanya, iya serius ! nikmat. Kenapa nikmat.....?
Ini pengalamanku, aku menganggap semua pertanyaan itu nikmat karena aku yakin pernikahan itu ibadah dan pertanyaan itu mengingatkan untuk melaksanakan ibadah yang besar sekali pahalanya, ibadah yang menyempurnakan agama. SubhaanaLLAAH...Allahu Akbar. Bagiku pernikahan itu sangat mulia karena itu perintah Allah SwT dan Rasul SAW.

Remaja Tangguh


Ya, pernikahan itu mulia, maka untuk menuju pernikahan harus dengan cara yang mulia. Salah satu cara menyiapkannya dengan tahu ilmunya dan aktualisasi diri mengikuti organisasi kemasyarakatan baik berbasis agama mau pun umum. Kenapa selain harus tahu ilmunya kita juga aktif di organisasi...? bagiku organisasi itu juga rumah tangga, setiap rumah tangga pasti punya lika-liku. Kalau kita terbiasa punya solusi dari lika-liku organisasi, insyaALLAH kita juga punya banyak solusi untuk menghadapi bahtera rumah tangga yang sesungguhnya. Selain itu juga dalam berorganisasi membuat karakter kita lebih matang, stabil dan lebih baik serta penting juga.....dengan aktif berorganisasi tentu kita banyak kegiatan, sehingga peluang kita untuk berpacaran menjadi sedikit atau bahkan tidak ada. So, berorganisasi jadi opsi bagus buat kamu untuk menghindari pacaran, malah kita jadi punya banyak kegiatan produktif dan positif and juga kita bisa kenal karakter banyak orang.
Ayat-ayat terkait diantaranya: silakan baca QS. An Nuur (24) dan terjemahnya Ayat 30-33, untuk ayat 26 Allah berfirman yang artinya “Perempuan-perempuan yang keji untuk laki-laki yang keji, dan laki-laki yang keji untuk perempuan-perempuan yang keji (pula), sedangkan perempuan-perempuan yang baik untuk laki-laki yang baik dan laki-laki yang baik untuk perempuan-perempuan yang baik (pula). Mereka itu bersih dari apa yang dituduhkan orang. Mereka memperoleh ampunan dan rezeki yang mulia (surga)”. Inilah kepastian Allah, kita baik pasti dapatnya yang baik. So, jadilah baik salah satunya dengan berorganisasi, maka jodoh kita pun baik. Wallahu ‘alam bishowab

Kretek 23.02
Senin Manis, 6 Ramadhan 1439 H / 21 Mei 2018 M

Selasa, 28 November 2017

Mengenal IMM UNSOED

Sejarah dan Identitas Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah di UNSOED

Sebagai sebuah organisasi yang selalu berusaha mempelopori gerakan-gerakan organisasi kepemudaan yang lain, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) selalu berpijak pada sebuah sejarah yang membuat IMM ini lahir, sebuah sejarah yang seharusnya selalu menjadi cambuk ketika para kader Ikatan sudah mulai kehilangan kepeloporannya.
Sebuah identitas yang bisa membedakan IMM dari organisasi-organisasi lain di saat organisasi-organisasi kepemudaan yang lain mulai terperosok pada jerat kekuasaan dan politik vertikal, IMM tetap bersih dan selalu berusaha bersih.


Sejarah Singkat Berdirinya IMM di UNSOED
Pada tahun 1992 sebagian Mahasiswa Muhammadiyah di UNSOED mulai merintis berdirinya IMM di kampusnya ini. Pada dasarnya IMM didirikan atas dua faktor integral, yaitu faktor internal dan eksternal. Faktor internal bersumber dari kondisi Mahasiswa Muhammadiyah sendiri yaitu belum adanya wadah khusus di kampus untuk berproses dan berdakwah amar ma’ruf nahi munkar, sedangkan aspek eksternal disebabkan kondisi di luar Mahasiswa Muhammadiyah, yaitu realitas Mahasiswa Islam dan Mahasiswa UNSOED pada umumnya pada saat itu.


IMM UNSOED, Muhammadiyah dan Ortom
IMM merupakan kekuatan besar dalam setiap momentum di kampus dan sekitarnya, namun saat awal berdiri IMM di UNSOED dapat dikatakan berjalan sendiri tanpa dukungan dari Muhammadiyah maupun ortom. Tahun 2010-an IMM UNSOED mencoba berkomunikasi dengan Civitas Akademika UNSOED yang berlatar belakang Muhammadiyah, PRM & PCM di Purwokerto Utara, PDM serta Ortom. Hingga bisa melaksanakan Silaturahim sekaligus Tabligh Akbar yang pertama pada 2012 dengan pembicara Ayahanda Dahlan Rais (PPM), dilanjut 2013 Ayahanda Abdul Mu’thi (PPM),  2014 Prof. Totok Agung (Ketua LPPM UNSOED dari Muhammadiyah), kemudian 2016 Ayahanda Tafsir (Ketua PWM Jawa Tengah) dan tahun ini 2017 Ayahanda Asep Ketua Majelis Pendidikan Kader PPM. Setelah agenda tersebut, IMM UNSOED lebih dikenal baik di kampus maupun di luar kampus khususnya oleh Muhammadiyah dan Ortom.
Sampai 2017 tercatat ada lebih dari 100 Mahasiswa Muhammadiyah di UNSOED, dan dari dosen serta karyawan tercatat lebih dari 40 orang. Dengan jumlah yang cukup banyak perlu sinergisitas untuk dakwah amar ma’ruf nahi munkar, sehingga acara silaturahim dan tabligh akbar menjadi momentum yang sangat penting.


Pada Jum’at Manis, 6 Rabiul Awwal 1437 H bertepatan 18 Desember 2015 M melalui rapat pleno ditetapkan Visi dan Misi IMM Soedirman

VISI
            IMM Soedirman: Berkarakter Profetik, Berkualitas dan Progresif untuk Mencapai Tujuan IMM*.

MISI
1.      Reaktualisasi nilai-nilai keislaman sebagai sendi kehidupan.
2.  Meningkatkan kualitas kinerja yang harmonis dan menumbuhkan kesadaran berjuang dengan semangat pengabdian dan pembaharuan.
3.      Menciptakan iklim budaya keilmuan dalam bingkai kearifan lokal.
4.   Turut berperan aktif dan kritis terhadap masalah sosial masyarakat serta secara proaktif senantiasa mengambil peran strategis.
5.      Memfasilitasi pengembangan minat dan bakat.
6.      Mengenalkan dan mengembangkan jiwa berwirausaha sebagai modal awal hidup mandiri.
7.      Menumbuhkan dan mengembangkan jiwa kepemimpinan
8.      Meningkatkan tertib administrasi dalam rangka tertib organisasi




IMM Soedirman UNSOED

*Catatan:
1.      Seperti yang dirumuskan dalam AD IMM, tujuan didirikannya IMM adalah: “Mengusahakan terbentuknya akademisi muslim yang berakhlak mulia dalam rangka mencapai tujuan Muhammadiyah”.

2.      AD Muhammadiyah BAB III Pasal 6:
Maksud dan Tujuan Muhammadiyah ialah menegakkan dan menjunjung tinggi Agama Islam sehingga terwujud masyarakat Islam yang sebenar-benarnya.

Kamis, 15 Juni 2017

Apa Kabar Kamu Sayang di Sana?


Ngomong-ngomong soal jodoh, kemarin (13/6) tadinya ngobrol kebaikan-kebaikan silaturahim dan ngalor ngidul lainnya (obrolan ringan bermanfaat J) temanku tiba-tiba bahas jodoh, ya aku belum pengalaman –baru sering ikut kajian & diskusinya, hehe sering..buat bekal-. Temanku ini beda 10 tahun denganku dan sudah berkeluarga pula. Tentu dia laki-laki dong...:D kebetulan dia punya saudara yang mau nikah dan saudaranya teman seangkatanku, terus dia nanya ke aku kapan rencana nikah?, aku jawab antara umur sekian dan sekian, aku menyebut rentang usia yang menurutku ideal. Terus nanya lagi, sudah punya pandangan/calon?, “Aku masih betah sendiri, jadi belum” jawabku. Lanjutku, “Ya nanti kalau aku udah siap & nyari insyaAllah pasti bakal ketemu juga jodohku itu”.

Dia pun cerita kisah cinta pengalaman pribadi. Baginya rasa cinta itu mulia tak sekedar suka lawan jenis tapi bagaimana kita bisa saling melengkapi dengan pasangan, termasuk saling melengkapi dalam amar ma’ruf nahi munkar. Dia pernah menjalin komitmen dengan kakak kelasku untuk menikah tapi gagal juga, malah dia menikah dengan wanita yang akrabnya baru sekitar sebulan, sebelumnya sebatas kenal di organisasi yang sama. Jadi dia menikah tanpa proses pacaran. Prosesnya dia kenal di organisasi yang sama dengan istrinya itu, kemudian si perempuan mengundang dia ke rumahnya. Saat di undang itu ternya si perempuan mengundang keluarga besar, disitulah ditanyakan oleh pihak perempuan terkait kesiapan temanku untuk menikah. Ditawarkan menikah sebulan lagi, temanku jawab siap. Temanku kemudian menyampaikan ke orangtua kalau dia mau menikah dan sekitar 3 minggu lagi akan ada tamu datang dari pihak perempuan. Singkat cerita sekitar sebulan setelah dia diundang pihak perempuan, dilaksanakanlah pernikah. Alhamdulillaah keluarga kecilnya bahagia dan sudah dikaruniai 1 putra usia 4 tahun dan 1 putri usia sekitar sebulan.

Sebaris lirik lagu Apa Kabar Sayang punya Armada, “Apa kabar kamu sayang di sana?”. Saat mendengar syair tersebut dengan gaya khas Armada membawanya tentu ya jadi enak didengar, terlintas di fikiran ini “Apa kabar jodohku disana? yang aku sendiri belum tau siapa bidadari yang Allah kirimkan untukku itu J”. Aku yakin dia tak jauh berbeda dengan aku karena Allah sudah memaklumkan yang baik untuk yang baik, yang buruk untuk yang buruk. Mudah-mudahan aku termasuk orang yang baik dan Teman-teman yang baca juga mudah-mudahan termasuk hamba yang baik di hadapan Allah Ta’ala. Aamiin ya rabbal ‘aalaamiin.


Purwokerto, 19 Ramadhan 1438 H / 14 Juni 2017 M

Khusu’ saat Makan Sungguh Nikmat, Apalagi saat Sholat !


Rabu kemarin puasa ke 12 tahun 1438 H tepat 7 Juni 2017 M entah keberapa kali aku buka puasa di Masjid 17, tempat favoritku Ramadhan tahun ini di Purwokerto. Karena selain banyak kajian dan ada buka bersama selama Ramadhan di masjid ini, bagiku imamnya istimewa bacaannya apalagi punya nama sama sepertiku, Nursekha J. Teman-temanku pun banyak yang ke masjid ini.
Aku dkk sering buka bareng alias bukber di Masjid 17 meski tak pernah bikin janji dan berangkat pun tak bareng karena beda kost bahkan beda kampus. Biasanya setengah jam jelang maghrib ada kajian, kemudian saat masuk maghrib kami mengawali buka dengan minum dan makan kurma/manisan di shof paling belakang yang digelar karpet plastik khusus untuk tempat duduk saat makan. Dilanjut wudlu dan sholat maghrib. Setelah sholat maghrib, shof paling kanan membagikan makan besar alias nasi box secara estafet ke jamaah di sebelah kirinya.
Biasanya aku dkk menggerombol untuk makan bersama. Rabu (7/6) itu berbeda, teman-teman tetap menggerombol dan aku secara refleks duduk di pojokan di bekang jama’ah yang lain tidak bergabung dengan teman-teman untuk makan. Selesai makan, salah satu teman menanyakan ihwal kenapa aku saat makan tadi menyendiri, “supaya khusu’ ” jawabku. Sebenarnya aku tak mempermasalahkan makan bersama, tapi saat itu aku ingin –khusu’- saat makan berbuka. Saat makan bersama pun khusu’ makan bisa dicapai. Sungguh nikmat khusu’ saat makan apalagi khusu’ saat sholat, aku menarik nafas dan mengucap Allahu akbar. Semoga sholat kita khusu’ dan diterima Allah Ta’ala.
Purwokerto, 19 Ramadhan 1438 H / 14 Juni 2017 M


Senin, 31 Oktober 2016

Islam itu Mudah dan Mencerahkan


“Berbudaya pun mesti dengan keadaban mulia dan tidak berperangai serba boleh (1). Agama harus menjadi pembeda dalam menampilkan perilaku uswah hasanah yang melahirkan peradaban mulia (2). Itulah beragama yang mencerahkan !”, penutup tulisan Dr. Haedar Nashir*) yang bertajuk “Agama Sumber Pencerahan”**)

Ketika kita melaksanakan (1) kadang ada yang menganggap kita kaku, meski itu tidak sepenuhnya benar tapi kita tetap harus muhasabah diri karena boleh jadi orang yang berinteraksi dengan kita belum paham dengan yang diyakini dan diamalkan kita. Tak perlu marah-marah apalagi sampai mendzolimi orang yang menganggap kita kaku, nasihatilah ia dan jika ia menasihati kita, terimalah, bukankah salah satu orang yang beruntung adalah yang istiqomah dalam nasihat-menasihati (lihat QS. Al ‘Ashr).

Tentu sebagai umat beragama kita setuju dengan (2), setiap langkah kita tentu berbeda karena orientasi kita adalah ridho Allah Ta’ala. Khoir (baik menurut Allah) serta ma’ruf (baik menurut kebiasaan) menjadi dasar kita dalam bersikap dan menampilkan perilaku uswah hasanah / memberikan keteladanan dengan mengutamakan ridho Allah.

Pernah saya mendapat cerita, jika helm tidak pas dengan kepala kita maka yang diperbaiki bukan ukuran kepala kita tetapi ukuran helm tersebut, jika ada syari’at Islam yang menurut kita tidak sesuai maka jangan rubah syari’at itu tetapi perbaikilah penafsiran kita terhadap syari’at tersebut. Karena Islam adalah rahmat untuk seluruh alam, Islam itu mudah, Islam agama pencerahan, tinggal bagaimana kita dalam berislam. Semoga kita istiqomah dalam menjalankan Islam, Allah hujamkan iman yang kokoh di qolbu dan semoga ridho Allah selalu atas kita.

*)Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah

**)dalam republika.co.id

Selasa, 14 Juni 2016

Pererat Ikatan, IMM UNSOED Adakan Buka Puasa dan Tarawih Bersama

Pererat Ikatan, IMM UNSOED Adakan Buka Puasa dan Tarawih Bersama
Pererat Ikatan, IMM UNSOED Adakan Buka Puasa dan Tarawih BersamaSangPencerah.com – Pimpinan Komisariat Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (PK IMM) Soedirman Universitas Jenderal Soedirman (UNSOED), Sabtu (11/6) mengadakan buka puasa dan sholat tarawih bersama. Bertempat di sekretariat IMM UNSOED jalan Cendrawasih Gang Delima, Grendeng, Purwokerto.
Program dari Bidang Tabligh dan Kajian Keislaman IMM Unsoed ini, dihadiri tidak hanya pimpinan IMM saja, tetapi juga dihadiri anggota dari semester awal hingga semester akhir. Tidak sekedar buka puasa dan tarawih saja, diadakan juga sharing-sharing untuk lebih mempererat silaturahim antar pimpinan dan anggota, senada dengan yang disampaikan Ketua Umum IMM UNSOED Viqi Nursekha, “Kami (pimpinan-pen) mengadakan buka puasa dan tarawih bersama ini, salah satunya untuk lebih mempererat ikatan silaturahim antar pimpinan dan anggota, karena IMM UNSOED tidak hanya dari satu fakultas, anggotanya ada di 12 fakultas, sehingga kami jarang bertemu. Inilah momen yang tepat untuk menjalin silaturahim diantara kami”.
Immawan dan Immawati (sebutan untuk anggota IMM-pen) mengikuti acara dengan hidmat. Sholat tarawih yang dilaksanakan di sekretariat IMM UNSOED ini diimami oleh Sibghotur Rohman Ketua Bidang Tabligh dan Kajian Keislaman, serta kultum disampaikan Salman Faris Ketua Bidang Hikmah.
Ramadhan kali ini untuk sholat tarawih bersama akan dilakukan beberapa kali, karena efektif untuk mempererat silaturahim IMM UNSOED. Hal ini disampaikan Sekretaris Bidang Tabligh dan Kajian Keislaman, Nisrina Hasna Fauziyyah, “Sudah bidang tabligh agendakan, untuk sholat tarawih bersama akan diadakan beberapa kali lagi.” (sp/rdk)

Source:
http://sangpencerah.com/2016/06/pererat-ikatan-imm-unsoed-adakan-buka-puasa-dan-tarawih-bersama.html
http://www.muslimdaily.net/berita/pererat-ukhuwah-imm-unsoed-adakan-buka-puasa-dan-tarawih-bersama.html
http://www.tvmuh.com/pererat-ikatan-imm-unsoed-adakan-buka-puasa-dan-tarawih-bersama/
http://immpos.com/pererat-ikatan-imm-unsoed-adakan-buka-puasa-dan-tarawih-bersama/

Jurusan Matematika Adakan Pelatihan Menulis Artikel Populer

[unsoed.ac.id, Sen,13 Juni 2016] Puasa di Bulan Ramadhan tidak mengurangi semangat mahasiswa Jurusan Matematika Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed). Semangat keilmuan tetap menggeliat, hal ini ditunjukkan dengan antusiasme mereka dalam mengikuti Pelatihan Artikel Populer yang dimotori oleh pengurus Himpunan Mahasiswa Matematika (HIMATIKA) Unsoed.

Pelatihan ini diadakan pada Kamis (9/6) pukul 16.00 sampai menjelang maghrib di ruang 2.2 FMIPA Unsoed, dengan pemateri Agung Prabowo, M.Si. seorang dosen Matematika Unsoed yang juga aktif menulis di beberapa majalah perguruan tinggi. Pelatihan yang diikuti mahasiswa matematika dari angkatan 2012 sampai 2015 ini bertujuan menumbuhkan minat menulis mahasiswa. Hal ini senada dengan yang disampaikan Ketua Jurusan Matematika Unsoed Dr.Mashuri,M.Si bahwa Pelatihan ini diharap bisa menumbuhkan minat menulis mahasiswa yang ikut pelatihan.  “Karena kita sadari alumni kita tidak hanya menjadi akademisi tetapi ada juga yang menjadi penulis baik di dunia matematika maupun media massa”, jelasnya
Pemateri, Agung Prabowo, M.Si menyampaikan materi berjudul Menulis artikel populer itu mudah.  Agung  yang juga seorang penulis buku matematika etnis, “Tugas kuliah, diberi pengantar dan penutup, itu sudah menjadi artikel populer. Mudah bukan?”, tegas Agung.
Diawali pemaparan dari pemateri, kemudian dilanjut setiap peserta diminta menuliskan idenya.  Ide yang difokuskan adalah terkait matematika. Hal ini akan ditindaklanjuti dengan setiap tulisan peserta akan dimuat di web Himatika Unsoed, Majalah-majalah sains atau web publikasi lainnya. (Viqi)

Source: 
http://unsoed.ac.id/id/berita/jurusan-matematika-adakan-pelatihan-menulis-artikel-populer

http://www.muslimdaily.net/berita/meski-ramadhan-mahasiswa-matematika-unsoed-tetap-produktif-adakan-pelatihan.html

Renungan Ramadhan: Pertanyaan Ini Membuat Mufti Saudi Menangis

_20160611_105145

Dalam acara live di salah satu saluran TV, seperti yang diunggah dalam Islamic Video, Syaikh (seorang Mufti Saudi) yang sedang mengisi kajian pada acara tersebut ditanya oleh seseorang dari Somalia: “Apakah puasa saya diterima (sah) jika saya tidak memiliki makanan untuk sahur atau ifthar (berbuka)?”. Seketika Mufti itu menangis karena mendengar pertanyaan tersebut.
“Saudaraku, bagaimana dengan kita?
Beruntung sekali kita, begitu mudah mendapatkan makanan, baik dibulan Ramadhan maupun dibulan lainnya. Begitu banyak hidangan yang tersaji di atas meja makan kita ketika berbuka maupun santap sahur?! Ada nasi, manisan, minuman, buah dan lauk pauk lainnya, padahal ada saudara kita seagama, saudara semuslim yang untuk berbuka dan santap sahur saja masih kesulitan untuk mendapatkan sesuap nasi atau sebutir kurma.
Sudahkah kita bersyukur atas nikmat yang besar ini? atau malah kita lalai dengan nikmat ini?!
 “Seandainya kalian menghitung nikmat Allah, tentu kalian tidak akan mampu” (QS.Ibrahim:34),
“Maka nikmat Rabbmu yang manakah yang kamu dustakan” (QS.Ar-Rahman:13).
Tidakkah kita bersedih dengan kondisi saudara kita yang kekurangan? atau justru kita malah hidup dalam berlebih-lebihan?
Jangankan membantu materi, berdo’a untuk kebaikan merekapun jarang kita lakukan. Semoga Allah Ta’ala mengampuni kita.
Bukankah Nabi kita yang penyayang, Rasulullah Sholallaahu ‘alayhi wassallaam telah bersabda:“Seorang muslim adalah saudara bagi muslim lainnya, tidak mendzalimi ataupun mencelakakannya. BARANGSIAPA YANG BERUSAHA MENCUKUPI KEBUTUHAN SAUDARANYA MAKA ALLAH AKAN MENCUKUPI KEBUTUHANNYA.”
Viqi Nursekha (UNSOED)

Source: http://www.muslimdaily.net/artikel/49261.html

Mahasiswa Indonesia Ciptakan Aplikasi Sensor Porno

BOGOR, muslimdaily.net– Pekan Kreativitas Mahasiswa (PKM) yang diadakan Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi (DIRJEN DIKTI) Republik Indonesia, salah satu pesertanya yaitu tim dari Institut Pertanian Bogor (IPB) berhasil menciptakan aplikasi sensor porno. PKM ini diadakan rutin setiap tahunnya untuk mahasiswa di perguruan tinggi seluruh Indonesia.
“Di perlombaan itu intinya kami ditantang bagaimana menciptakan aplikasi untuk mengatasi permasalahan bangsa,” ucap ketua tim mahasiswa IPB, Ilham Satyabudi, seperti dilansir Republika.
Ilham menjelaskan, banyaknya kasus pelecehan dan kekerasan seksual pada anak menjadi latar belakang ide aplikasi yang mereka buat. Aplikasi tersebut dinamakan Integrated Porn Autocencor (IPA).
 Yuandri Trisaputra salah satu anggota tim, mengatakan, “Masyarakat sekarang bisa mengunduh aplikasi tersebut di web kami ayosensor.in secara gratis tanpa bayar”. Menurutnya, aplikasi tersebut dapat di-instal di Chrome, Mozila, dan Opera Mini.
Salah seorang tim lainnya Gusti Bima Marlawanto menjelaskan, sensor yang bisa dilakukan aplikasi tersebut hanya sebatas kata-kata dan gambar porno. Sudah 199 kata porno yang berhasil dihimpun tim tersebut.
“199 kata porno ini kami ambil dari bahasa gaul, bahasa Jawa, bahasa Indonesia, dan bahasa Inggris,”jelas Yuandri.
Akurasi ketepatan sensor gambar baru 82 persen dan tulisan 79 persen. Selain itu, aplikasi IPA belum bisa mendeteksi konten porno berupa video.
“Kami selanjutnya akan melakukan update terutama sensor video namun butuh waktu lama. Untuk kata-kata juga akan kami tambahkan nama-nama bintang porno agar bisa tersensor,” ungkap Yuandri.
(Viqi Nursekha)

Source: http://www.muslimdaily.net/berita/mahasiswa-indonesia-ciptakan-aplikasi-sensor-porno.html

Jumat, 20 Mei 2016

Senandung Muktamar XVII IMM (Mars Muktamar IMM)

Di bawah langit bumi pertiwi
Merekah mawar menyambut mentari
Untuk mengabdi padamu negeri
Setiaku tak bertepi
Ikatan Mahasiswa Muhammmadiyah
Bersamamu ku rangkai masa depan
Langkah tegak penuh harapan
Ikhlas hati mengemban dakwah perserikatan
Untuk Indonesia berkemajuan

Denganmu ku pilih jalan berjuang
Ikhlas berkorban untuk agama
Demi tegaknya Islam yang rahmat
Bersamamu ku pantang menyerah

Tekad bulat ku semai di dada
Teguh jiwaku dalam berdakwah
Untuk meluruskan kiblat bangsa
Bersamamu ku pantang menyerah 2x


Kamis Wage, 12 Rajab 1437 H / 19 Mei 2016 M
@Karangwangkal

Rabu, 18 Mei 2016

Tetap Bijak meski Perokok

Kawan, kalian perokok? atau malah kalian benci rokok/perokok?. Kali ini kita akan melihat dari sudut pandang bukan perokok atau perokok pasif, “Bisakah perokok menjadi orang bijak (saat merokok)?,” akan coba kita bahas.
Ya, tak sedikit orang yang merokok dan banyak juga yang tidak merokok. Tapi seringkali perokok mengabaikan saudaranya yang tidak merokok, merokok seenaknya saja dimanapun kapanpun, meski di sekelilingnya ada bukan perokok, tapi dia acuh tak acuh, main hisap rokok saja. Padahal perokok pasif lebih berisiko dibanding perokok itu sendiri, hai para penggemar rokok, tegakah kau menyakiti saudara-saudaramu?, tentu tidak.
Kalian para fans rokok bisa menjadi orang bijak kok, kalau ada yang bertanya “Apa mungkin?,” mungkin sekali. Bagaimana caranya?, saya yakin kalian pasti punya hati nurani, di hati kalian ada kebaikan, ada rasa peduli. Manfaatkanlah potensimu ini, merokoklah di tempat yang tidak ada perokok, tidak ada anak kecil, tidak ada bayi, setelah itu buanglah putung rokok pada tempatnya.
Cukup itu? tidak!!, pasti kalian bisa hitung-hitungan. Coba saja kalian sadari, merokok minimal butuh Rp10.000 atau lebih setiap harinya. Dikali seminggu, sebulan, setahun, sepanjang merokok, wah pastinya jumlah yang banyak donk. Coba kita hitung dalam  setahun, hasilnya 365 x Rp10.000 = Rp3.650.000 (kost saya pertahun juga tidak ada separuhnya), ini baru pertahun dan perorang loh. Jumlah yang sangat besar, bisa dimanfaatkan untuk pendidikan anak, keluarga atau saudara. Untuk kurban kambing juga masih ada sisa. Kalau mau hidup lebih sehat, lebih hemat, lebih bijak, hidup lebih bermanfaat, berhentilah merokok. Sayangi dirimu dan saudaramu.

Karangwangkal,
Rabu Pon, 11 Rajab 1437 H / 18 Mei 2016 M



Tag: perokok bijak, merokok berbahaya, rokok racun, merokok pemborosan, berhenti merokok

Sedikit Bukan Berarti Sepele

Perihatin saya melihat teman-teman mahasiswa saat makan di warung dan masih ada sisa di piringnya, terutama menyisakan (yang kelihatannya hanya) butiran nasi. Apakah mereka tidak memikirkan proses bahan makanan menjadi hidangan, hidangan di meja yang siap santap saja. Apakah mereka tidak memikirkan saudara-saudara mereka yang kelaparan? Kekurangan gizi? Tega sekali orang-orang ini, para pemakan yang tidak pernah habis. Mubadzir.

Dalam benakku, “Mahasiswa saja begitu, apalagi bukan mahasiswa”. Coba hitung berapa banyak orang yang menyisakan nasi di piringnya? perorang berapa gram?. Dikalikan setiap hari, minggu, setahun, seumur hidup, pastinya fantastis. Jumlah penduduk Indonesia mencapai 250.000.000 (dua ratus lima puluh juta) jiwa, ambil saja 80 juta (kurang dari 1/3) yang setiap makan menyisakan nasi, taruhlah menyisakan 1 gram setiap makan (padahal kadang lebih). Mari kita hitung untuk waktu sehari, seminggu, sebulan dan setahun.
Sehari, 1 gram x 3 kali sehari x 80.000.000 orang = 240.000.000 gram nasi = 240 Ton nasi.
Seminggu, 240 Ton x 7 = 1.680 Ton nasi.
Sebulan, 240 Ton x 30 = 7.200 Ton nasi.
Setahun, 240 Ton x 365 = 87.600 Ton nasi.
Kita bagi dengan setiap orang sekali makan rata-rata 2 ons nasi, ( 1 Ton = 10.000 ons)
Sehari, 2.400.000 : 2 = 4.800.000 jatah makan
Seminggu, 4.800.000 x 7 = 33.600.000 jatah makan
Sebulan, 4.800.000 x 30 = 144.000.000 jatah makan
Setahun, 4.800.000 x 365 = 1.752.000.000 jatah makan.
FANTASTIS!!, yang kelihatannya hanya menyisakan 1 gram saja perorang setiap kali makan, setelah kita hitung, padahal dalam sehari membuang jatah makan 4,8 juta orang sampai dalam satu tahun membuang jatah makan 1.752.000.000 orang (hampir 2 Milyar). Mubadzir. Padahal saudara-saudara kita masih banyak yang kelaparan, kekurangan gizi, apalagi untuk mendapatkan sepiring mendapatkan sesuap nasi saja susahnya minta ampun.

Setelah kita tahu betapa banyak nasi yang dibuang, nasi yang mubadzir, marilah kita makan ambil secukupnya supaya habis. Meski kelihatannya sepele, makan menyisakan 1 gram nasi saja tapi dampaknya begitu fantastis. Di hadapan Allah Tuhan Pemberi Rizki, tidak ada yang sepele, semua ada dampaknya (lihat QS. Az Zalzalah : 7-8). Sedikit Bukan Berarti Sepele.


Karangwangkal,
Rabu Pon, 11 Rajab 1437 H / 18 Mei 2016 M



Tag: QS. Az Zalzalah : 7-8, kelaparan, kekurangan gizi, mubadzir, penduduk Indonesia

Kiat Mengubah Bangsa

Disuatu ketika
Terbesit suara hatiku menggema
Punya cita cita tuk mengubah bangsa
Dengan serta merta

Namun hatiku merasa kecewa
Karna bangsaku tiada berubah
kini kuurung niatan hati ini
Biarlah kuubah diri sendiri

          Ku mulai dari diri sendiri
          Ku mulai dari yang paling kecil
          Tak kan pernah aku menunda-nunda
          Kan kumulai saat ini juga
         
          Beginilah harusnya diri kita
          Bila ingin bangsa ini berubah
          Jangan pernah saling salah-menyalah
          Lebih baik salahkan diri segera

Oleh Aa Gym
Lagu wajib sekolah saat saya SMP, diputar setiap pagi dan saat istirahat


Tag: SMP N 1 Paguyangan SSN, Spensa Paguyangan, OSIS, Pramuka

Selasa, 17 Mei 2016

Kader IMM UNSOED Juara Penulisan Nasional


SELAMAT
kepada
Immawan Uci Febrian
(Bidang Keilmuan IMM Soedirman UNSOED 2015-2016)
sebagai
Juara 1 Penulisan GEMAR "Gerakan Menutup Aurat"
MuslimDaily.Net dan UKKI UNSOED 2016

Pelatihan Jurnalistik dan Penulisan MuslimDaily.Net dan UKKI UNSOED 2016


Jodoh? Jangan Khawatir... Jodoh Bukan Siapa Cepat Dia Dapat


Hay... Para Single,
Kalian semua luar biasa....
Bagaimana kabar nich? Saya harap kalian tidak merasa galau, ketinggalan atau minder karena nggak punya pacar atau someone. PeDe aja kali,,, nikmati harimu, manfaatkan sebaik-baiknya untuk belajar, berkarir dan berkarya, juga untuk beribadah semaksimal mungkin, karena remaja yang hatinya terpaut dengan masjid (ibadahnya bagus-pen) akan mendapat naungan Allah Sang Rabb Mahacinta saat nanti tidak ada naungan selain dari-Nya. Pengin donk pastinya.

Ngomong-ngomong jodoh nich, ehm ehm.. kamu lagi suka sama si dia, kamu lagi naksir si doi, kalau belum siap untuk membina rumah tangga, nggak perlu galau-galau, fokus saja pada kuliahmu sekarang, fokus saja pada karirmu sekarang. Lah kalau nggak diungkapkan sekarang, nanti direbut orang, nanti keduluan yang lain donk, nanti... dan bla-bla-bla-bla. Tenang.., jemput jodohmu dengan persiapan dirimu, terutama benahi agama dan akhlakmu. Allah sudah menjanjikan yang baik jodohnya yang baik, yang keji dengan yang keji (lihat QS. An-Nur: 26). Kalau kamu baik pasti jodohmu yang baik, kalau kamu biasa-biasa saja jodohmu juga yang biasa-biasa saja.

So, pantaskan dirimu untuk berjodoh dengannya, dengan yang baik (agamanya-pen). Karena Jodoh Bukan Siapa Cepat Dia Dapat tapi Siapa Pantas Dia Tepat.




Senin Manis di Karangwangkal,
9 Rajab 1437 H / 16 Mei 2016
Viqi Nursekha


Tag: Jodoh, Remaja, Pacaran dilarang, An-Nur:26
Postingan Lama Beranda

About Me

Foto Saya
Bimbel Matematika, Pendampingan ABK, Psikologi Islam, Panahan, Seminar Pendidikan, dan Outbond silakan tinggalkan komentar atau DM di IG @viqinursekha , Youtube: Mas Viqi , Facebook Viqi Nur Sekha
 

Entri Populer

 

Templates by Nano Yulianto | CSS3 by David Walsh | Powered by {N}Code & Blogger