Rabu
kemarin puasa ke 12 tahun 1438 H tepat 7 Juni 2017 M entah keberapa kali aku
buka puasa di Masjid 17, tempat favoritku Ramadhan tahun ini di Purwokerto.
Karena selain banyak kajian dan ada buka bersama selama Ramadhan di masjid ini,
bagiku imamnya istimewa bacaannya apalagi punya nama sama sepertiku, Nursekha J. Teman-temanku pun banyak yang ke masjid ini.
Aku
dkk sering buka bareng alias bukber di Masjid 17 meski tak pernah bikin janji
dan berangkat pun tak bareng karena beda kost bahkan beda kampus. Biasanya
setengah jam jelang maghrib ada kajian, kemudian saat masuk maghrib kami
mengawali buka dengan minum dan makan kurma/manisan di shof paling belakang
yang digelar karpet plastik khusus untuk tempat duduk saat makan. Dilanjut wudlu
dan sholat maghrib. Setelah sholat maghrib, shof paling kanan membagikan makan
besar alias nasi box secara estafet ke jamaah di sebelah kirinya.
Biasanya
aku dkk menggerombol untuk makan bersama. Rabu (7/6) itu berbeda, teman-teman tetap
menggerombol dan aku secara refleks duduk di pojokan di bekang jama’ah yang
lain tidak bergabung dengan teman-teman untuk makan. Selesai makan, salah satu
teman menanyakan ihwal kenapa aku saat makan tadi menyendiri, “supaya khusu’ ” jawabku.
Sebenarnya aku tak mempermasalahkan makan bersama, tapi saat itu aku ingin –khusu’-
saat makan berbuka. Saat makan bersama pun khusu’ makan bisa dicapai. Sungguh nikmat
khusu’ saat makan apalagi khusu’ saat sholat, aku menarik nafas dan mengucap Allahu
akbar. Semoga sholat kita khusu’ dan diterima Allah Ta’ala.
Purwokerto,
19 Ramadhan 1438 H / 14 Juni 2017 M




0 komentar:
Posting Komentar