Selasa, 14 Juni 2016

Pererat Ikatan, IMM UNSOED Adakan Buka Puasa dan Tarawih Bersama

Pererat Ikatan, IMM UNSOED Adakan Buka Puasa dan Tarawih Bersama
Pererat Ikatan, IMM UNSOED Adakan Buka Puasa dan Tarawih BersamaSangPencerah.com – Pimpinan Komisariat Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (PK IMM) Soedirman Universitas Jenderal Soedirman (UNSOED), Sabtu (11/6) mengadakan buka puasa dan sholat tarawih bersama. Bertempat di sekretariat IMM UNSOED jalan Cendrawasih Gang Delima, Grendeng, Purwokerto.
Program dari Bidang Tabligh dan Kajian Keislaman IMM Unsoed ini, dihadiri tidak hanya pimpinan IMM saja, tetapi juga dihadiri anggota dari semester awal hingga semester akhir. Tidak sekedar buka puasa dan tarawih saja, diadakan juga sharing-sharing untuk lebih mempererat silaturahim antar pimpinan dan anggota, senada dengan yang disampaikan Ketua Umum IMM UNSOED Viqi Nursekha, “Kami (pimpinan-pen) mengadakan buka puasa dan tarawih bersama ini, salah satunya untuk lebih mempererat ikatan silaturahim antar pimpinan dan anggota, karena IMM UNSOED tidak hanya dari satu fakultas, anggotanya ada di 12 fakultas, sehingga kami jarang bertemu. Inilah momen yang tepat untuk menjalin silaturahim diantara kami”.
Immawan dan Immawati (sebutan untuk anggota IMM-pen) mengikuti acara dengan hidmat. Sholat tarawih yang dilaksanakan di sekretariat IMM UNSOED ini diimami oleh Sibghotur Rohman Ketua Bidang Tabligh dan Kajian Keislaman, serta kultum disampaikan Salman Faris Ketua Bidang Hikmah.
Ramadhan kali ini untuk sholat tarawih bersama akan dilakukan beberapa kali, karena efektif untuk mempererat silaturahim IMM UNSOED. Hal ini disampaikan Sekretaris Bidang Tabligh dan Kajian Keislaman, Nisrina Hasna Fauziyyah, “Sudah bidang tabligh agendakan, untuk sholat tarawih bersama akan diadakan beberapa kali lagi.” (sp/rdk)

Source:
http://sangpencerah.com/2016/06/pererat-ikatan-imm-unsoed-adakan-buka-puasa-dan-tarawih-bersama.html
http://www.muslimdaily.net/berita/pererat-ukhuwah-imm-unsoed-adakan-buka-puasa-dan-tarawih-bersama.html
http://www.tvmuh.com/pererat-ikatan-imm-unsoed-adakan-buka-puasa-dan-tarawih-bersama/
http://immpos.com/pererat-ikatan-imm-unsoed-adakan-buka-puasa-dan-tarawih-bersama/

Jurusan Matematika Adakan Pelatihan Menulis Artikel Populer

[unsoed.ac.id, Sen,13 Juni 2016] Puasa di Bulan Ramadhan tidak mengurangi semangat mahasiswa Jurusan Matematika Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed). Semangat keilmuan tetap menggeliat, hal ini ditunjukkan dengan antusiasme mereka dalam mengikuti Pelatihan Artikel Populer yang dimotori oleh pengurus Himpunan Mahasiswa Matematika (HIMATIKA) Unsoed.

Pelatihan ini diadakan pada Kamis (9/6) pukul 16.00 sampai menjelang maghrib di ruang 2.2 FMIPA Unsoed, dengan pemateri Agung Prabowo, M.Si. seorang dosen Matematika Unsoed yang juga aktif menulis di beberapa majalah perguruan tinggi. Pelatihan yang diikuti mahasiswa matematika dari angkatan 2012 sampai 2015 ini bertujuan menumbuhkan minat menulis mahasiswa. Hal ini senada dengan yang disampaikan Ketua Jurusan Matematika Unsoed Dr.Mashuri,M.Si bahwa Pelatihan ini diharap bisa menumbuhkan minat menulis mahasiswa yang ikut pelatihan.  “Karena kita sadari alumni kita tidak hanya menjadi akademisi tetapi ada juga yang menjadi penulis baik di dunia matematika maupun media massa”, jelasnya
Pemateri, Agung Prabowo, M.Si menyampaikan materi berjudul Menulis artikel populer itu mudah.  Agung  yang juga seorang penulis buku matematika etnis, “Tugas kuliah, diberi pengantar dan penutup, itu sudah menjadi artikel populer. Mudah bukan?”, tegas Agung.
Diawali pemaparan dari pemateri, kemudian dilanjut setiap peserta diminta menuliskan idenya.  Ide yang difokuskan adalah terkait matematika. Hal ini akan ditindaklanjuti dengan setiap tulisan peserta akan dimuat di web Himatika Unsoed, Majalah-majalah sains atau web publikasi lainnya. (Viqi)

Source: 
http://unsoed.ac.id/id/berita/jurusan-matematika-adakan-pelatihan-menulis-artikel-populer

http://www.muslimdaily.net/berita/meski-ramadhan-mahasiswa-matematika-unsoed-tetap-produktif-adakan-pelatihan.html

Renungan Ramadhan: Pertanyaan Ini Membuat Mufti Saudi Menangis

_20160611_105145

Dalam acara live di salah satu saluran TV, seperti yang diunggah dalam Islamic Video, Syaikh (seorang Mufti Saudi) yang sedang mengisi kajian pada acara tersebut ditanya oleh seseorang dari Somalia: “Apakah puasa saya diterima (sah) jika saya tidak memiliki makanan untuk sahur atau ifthar (berbuka)?”. Seketika Mufti itu menangis karena mendengar pertanyaan tersebut.
“Saudaraku, bagaimana dengan kita?
Beruntung sekali kita, begitu mudah mendapatkan makanan, baik dibulan Ramadhan maupun dibulan lainnya. Begitu banyak hidangan yang tersaji di atas meja makan kita ketika berbuka maupun santap sahur?! Ada nasi, manisan, minuman, buah dan lauk pauk lainnya, padahal ada saudara kita seagama, saudara semuslim yang untuk berbuka dan santap sahur saja masih kesulitan untuk mendapatkan sesuap nasi atau sebutir kurma.
Sudahkah kita bersyukur atas nikmat yang besar ini? atau malah kita lalai dengan nikmat ini?!
 “Seandainya kalian menghitung nikmat Allah, tentu kalian tidak akan mampu” (QS.Ibrahim:34),
“Maka nikmat Rabbmu yang manakah yang kamu dustakan” (QS.Ar-Rahman:13).
Tidakkah kita bersedih dengan kondisi saudara kita yang kekurangan? atau justru kita malah hidup dalam berlebih-lebihan?
Jangankan membantu materi, berdo’a untuk kebaikan merekapun jarang kita lakukan. Semoga Allah Ta’ala mengampuni kita.
Bukankah Nabi kita yang penyayang, Rasulullah Sholallaahu ‘alayhi wassallaam telah bersabda:“Seorang muslim adalah saudara bagi muslim lainnya, tidak mendzalimi ataupun mencelakakannya. BARANGSIAPA YANG BERUSAHA MENCUKUPI KEBUTUHAN SAUDARANYA MAKA ALLAH AKAN MENCUKUPI KEBUTUHANNYA.”
Viqi Nursekha (UNSOED)

Source: http://www.muslimdaily.net/artikel/49261.html

Mahasiswa Indonesia Ciptakan Aplikasi Sensor Porno

BOGOR, muslimdaily.net– Pekan Kreativitas Mahasiswa (PKM) yang diadakan Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi (DIRJEN DIKTI) Republik Indonesia, salah satu pesertanya yaitu tim dari Institut Pertanian Bogor (IPB) berhasil menciptakan aplikasi sensor porno. PKM ini diadakan rutin setiap tahunnya untuk mahasiswa di perguruan tinggi seluruh Indonesia.
“Di perlombaan itu intinya kami ditantang bagaimana menciptakan aplikasi untuk mengatasi permasalahan bangsa,” ucap ketua tim mahasiswa IPB, Ilham Satyabudi, seperti dilansir Republika.
Ilham menjelaskan, banyaknya kasus pelecehan dan kekerasan seksual pada anak menjadi latar belakang ide aplikasi yang mereka buat. Aplikasi tersebut dinamakan Integrated Porn Autocencor (IPA).
 Yuandri Trisaputra salah satu anggota tim, mengatakan, “Masyarakat sekarang bisa mengunduh aplikasi tersebut di web kami ayosensor.in secara gratis tanpa bayar”. Menurutnya, aplikasi tersebut dapat di-instal di Chrome, Mozila, dan Opera Mini.
Salah seorang tim lainnya Gusti Bima Marlawanto menjelaskan, sensor yang bisa dilakukan aplikasi tersebut hanya sebatas kata-kata dan gambar porno. Sudah 199 kata porno yang berhasil dihimpun tim tersebut.
“199 kata porno ini kami ambil dari bahasa gaul, bahasa Jawa, bahasa Indonesia, dan bahasa Inggris,”jelas Yuandri.
Akurasi ketepatan sensor gambar baru 82 persen dan tulisan 79 persen. Selain itu, aplikasi IPA belum bisa mendeteksi konten porno berupa video.
“Kami selanjutnya akan melakukan update terutama sensor video namun butuh waktu lama. Untuk kata-kata juga akan kami tambahkan nama-nama bintang porno agar bisa tersensor,” ungkap Yuandri.
(Viqi Nursekha)

Source: http://www.muslimdaily.net/berita/mahasiswa-indonesia-ciptakan-aplikasi-sensor-porno.html

Kamis, 09 Juni 2016

JADWAL IMSAKIYAH RAMADHAN 1437 H / 2016 M UNTUK WILAYAH UNSOED PURWOKERTO & Sekitarnya


Arah Kiblat: 294° 53’, Lintang: 7° 24' LS,  Bujur: 109° 15',  Tinggi Tempat: 129m
Ramadhan Juni/Juli Imsak Shubuh Terbit Dhuha Dluhur Ashar Maghrib Isya
1 6 Juni 04.20 04.30 05.45 06.17 11.44 15.05 17.37 18.50
2 7 04.20 04.30 05.46 06.18 11.44 15.05 17.37 18.50
3 8 04.20 04.30 05.46 06.18 11.45 15.06 17.37 18.50
4 9 04.20 04.30 05.46 06.18 11.45 15.06 17.37 18.51
5 10 04.20 04.30 05.46 06.18 11.45 15.06 17.37 18.51
6 11 04.21 04.31 05.47 06.19 11.45 15.06 17.38 18.51
7 12 04.21 04.31 05.47 06.19 11.45 15.06 17.38 18.51
8 13 04.21 04.31 05.47 06.19 11.46 15.07 17.38 18.51
9 14 04.21 04.31 05.47 06.19 11.46 15.07 17.38 18.52
10 15 04.21 04.31 05.48 06.20 11.46 15.07 17.38 18.52
11 16 04.22 04.32 05.48 06.20 11.46 15.07 17.39 18.52
12 17 04.22 04.32 05.48 06.20 11.46 15.07 17.39 18.52
13 18 04.22 04.32 05.48 06.20 11.47 15.08 17.39 18.52
14 19 04.22 04.32 05.49 06.21 11.47 15.08 17.39 18.53
15 20 04.23 04.33 05.49 06.21 11.47 15.08 17.39 18.53
16 21 04.23 04.33 05.49 06.21 11.47 15.08 17.40 18.53
17 22 04.23 04.33 05.49 06.21 11.48 15.08 17.40 18.53
18 23 04.23 04.33 05.49 06.21 11.48 15.09 17.40 18.54
19 24 04.23 04.33 05.50 06.22 11.48 15.09 17.40 18.54
20 25 04.24 04.34 05.50 06.22 11.48 15.09 17.40 18.54
21 26 04.24 04.34 05.50 06.22 11.48 15.09 17.41 18.54
22 27 04.24 04.34 05.50 06.22 11.49 15.10 17.41 18.54
23 28 04.24 04.34 05.50 06.22 11.49 15.10 17.41 18.55
24 29 04.24 04.34 05.51 06.22 11.49 15.10 17.41 18.55
25 30 04.25 04.35 05.51 06.23 11.49 15.10 17.42 18.55
26 1 Juli 04.25 04.35 05.51 06.23 11.49 15.10 17.42 18.55
27 2 04.25 04.35 05.51 06.23 11.50 15.11 17.42 18.55
28 3 04.25 04.35 05.51 06.23 11.50 15.11 17.42 18.56
29 4 04.25 04.35 05.51 06.23 11.50 15.11 17.43 18.56
30 5 04.26 04.36 05.51 06.23 11.50 15.11 17.43 18.56
Purwokerto, 9 Juni 2016
Ketua PKM Hisab UNSOED
VIQI NURSEKHA
NIM.H1B013001
Sumber dari Majelis Tarjih dan Tajdid Pimpinan Pusat Muhammadiyah
e-mail: viqi.nursekha1@gmail.com
facebook: www.facebook.com/viqi.nursekha1
id line: viqinursekha

Kamis, 02 Juni 2016

Ki Bagus Hadikusuma 

Pahlawan perintis Kemerdekaan Nasional Indonesia ini dilahirkan di kampung Kauman Yogyakarta dengan nama R. Hidayat pada 11 Rabi’ul Akhir 1038 Hijriyah. Ia putra ketiga dari lima bersaudara Raden Haji Lurah Hasyim, seorang abdi dalem putihan agama Islam di Kraton Yogyakarta. Seperti umumnya keluarga santri, Ki Bagus mulai memperoleh pendidikan agama dari orang tuanya dan beberapa Kiai di Kauman. Setelah tamat dari ‘Sekolah Ongko Loro’ (tiga tahun tingkat sekolah dasar), Ki Bagus belajar di Pesantren Wonokromo, Yogyakarta. Di Pesantren ini ia banyak mengkaji kitab-kitab fiqh dan tasawuf.
Dalam usia 20 tahun Ki Bagus menikah dengan Siti Fatmah (putri Raden Haji Suhud) dan memperoleh enam anak. Salah seorang di antaranya ialah Djarnawi Hadikusumo, yang kemudian menjadi tokoh Muhammadiyah dan pernah menjadi orang nomor satu di Parmusi. Setelah Fatmah meninggal, ia menikah lagi dengan seorang wanita pengusaha dari Yogyakarta bernama Mursilah. Pernikahan ini dikaruniai tiga orang anak. Ki Bagus kemudian menikah lagi dengan Siti Fatimah (juga seorang pengusaha) setelah istri keduanya meninggal. Dari istri ketiga ini ia memperoleh lima anak.
Sekolahnya tidak lebih dari sekolah rakyat (sekarang SD) ditambah mengaji dan besar di pesantren. Namun, berkat kerajinan dan ketekunan mempelajari kitab-kitab terkenal akhirnya ia menjadi orang alim, mubaligh dan pemimpin ummat. Ia merupakan pemimpin Muhammadiyah yang besar andilnya dalam penyusunan Muqadimah UUD 1945, karena ia termasuk anggota Panitia Persiapan Kemerdekan Indonesia (PPKI). Peran Ki Bagus sangat besar dalam perumusan Muqadimah UUD 1945 dengan memberikan landasan ketuhanan, kemanusiaan, keberadaban, dan keadilan. Pokok-pokok pikirannya dengan memberikan landasan-landasan itu disetujui oleh semua anggota PPKI.
Secara formal, selain kegiatan tabligh, Ki Bagus pernah menjadi Ketua Majelis Tabligh (1922), Ketua Majelis Tarjih, anggota Komisi MPM Hoofdbestuur Muhammadiyah (1926), dan Ketua PP Muham­madiyah (1942-1953). Pokok-pokok pikiran Ahmad Dahlan berhasil ia rumuskan sedemikian rupa sehingga dapat menjiwai dan mengarahkan gerak langkah serta perjuangan Muhammadiyah. Bahkan, pokok-pokok pikiran itu menjadi Muqadimah Anggaran Dasar Muhammadiyah. Muqaddimah yang merupakan dasar ideologi Muhammadiyah ini menginspirasi sejumlah tokoh Muhammadiyah lainnya. HAMKA, misalnya, mendapatkan inspirasi dari muqaddimah tersebut untuk merumuskan dua landasan idiil Muhammadiyah, yaitu Matan Kepribadian Muhammadiyah dan Matan Keyakinan dan Cita-cita Hidup Muhammadiyah.
Ki Bagus juga sangat produktif dalam menuliskan buah pikirannya. Buku karyanya antara lain Islam sebagai Dasar Negara dan Achlaq Pemimpin. Karya-karyanya yang lain yaitu Risalah Katresnan Djati (1935), Poestaka Hadi (1936), Poestaka Islam(1940), Poestaka Ichsan (1941), dan Poestaka Iman (1954). Dari buku-buku karyanya tersebut tercer­min komitmennya terhadap etika dan bahkan juga syariat Islam. Dari komitmen tersebut, Ki Bagus adalah termasuk seorang tokoh yang memiliki kecenderungan kuat untuk pelembagaan Islam.
   Bagi Ki Bagus, pelembagaan Islam menjadi sangat penting untuk alasan-alasan ideologi, politis, dan juga intelektual. Ini nampak dalam upayanya memperkokoh eksistensi hukum Islam di Indonesia ketika ia dan beberapa ulama lainnya terlibat dalam sebuah kepanitiaan yang bertugas memperbaiki peradilan agama (priesterraden commisse). Hasil penting sidang-sidang komisi ini ialah kesepakatan untuk memberlakukan hukum Islam. Akan tetapi Ki Bagus dikecewakan oleh sikap politik pemerintah kolonial yang didukung oleh para ahli hukum adat yang membatalkan seluruh keputusan penting tentang diberlakukannya hukum Islam untuk kemudian diganti dengan hukum adat melalui penetapan Ordonansi 1931. Kekecewaannya itu ia ungkap kembali saat menyampaikan pidato di depan Sidang BPUKPKI.
   Munculnya Ki Bagus Hadikusumo sebagai Ketua PB Muhammadiyah adalah pada saat terjadi pergo­lakan politik internasional, yaitu pecahnya perang dunia II. Kendati Ki Bagus Hadikusuma menyatakan ketidaksediaannya sebagai Wakil Ketua PB Muham­madiyah ketika diminta oleh Mas Mansur pada Kongres ke-26 tahun 1937 di Yogyakarta, ia tetap tidak bisa mengelak memenuhi panggilan tugas untuk menjadi Ketua PB Muhammadiyah ketika Mas Mansur dipaksa menjadi anggota pengurus Pusat Tenaga Rakyat (PUTERA) di Jakarta pada tahun 1942. Apalagi dalam situasi di bawah penjajahan Jepang, Muhammadyah memerlukan tokoh kuat dan patriotik. Ki Bagus Hadikusumo berani menentang perintah pimpinan tentara Dai Nippon yang terkenal ganas dan kejam, untuk memerintahkan ummat Islam dan warga Muhammadiyah melakukan upacara kebaktian tiap pagi sebagai penghormatan kepada Dewa Matahari.
   Ki Bagus Hadikusumo menjadi Ketua Pengurus Besar Muhammadiyah selama 11 tahun (1942-1953) dan wafat pada usia 64 tahun. Pemerintah Republik Indonesia menetapkannya sebagai Pahlawan Perintis Kemerdekaan Nasional Indonesia.


sumber: http://www.muhammadiyah.or.id/content-160-det-ki-bagus-hadikusuma.html
Postingan Lebih Baru Postingan Lama Beranda

About Me

Foto Saya
Bimbel Matematika, Pendampingan ABK, Psikologi Islam, Panahan, Seminar Pendidikan, dan Outbond silakan tinggalkan komentar atau DM di IG @viqinursekha , Youtube: Mas Viqi , Facebook Viqi Nur Sekha
 

Entri Populer

 

Templates by Nano Yulianto | CSS3 by David Walsh | Powered by {N}Code & Blogger