Senin, 31 Oktober 2016

Islam itu Mudah dan Mencerahkan


“Berbudaya pun mesti dengan keadaban mulia dan tidak berperangai serba boleh (1). Agama harus menjadi pembeda dalam menampilkan perilaku uswah hasanah yang melahirkan peradaban mulia (2). Itulah beragama yang mencerahkan !”, penutup tulisan Dr. Haedar Nashir*) yang bertajuk “Agama Sumber Pencerahan”**)

Ketika kita melaksanakan (1) kadang ada yang menganggap kita kaku, meski itu tidak sepenuhnya benar tapi kita tetap harus muhasabah diri karena boleh jadi orang yang berinteraksi dengan kita belum paham dengan yang diyakini dan diamalkan kita. Tak perlu marah-marah apalagi sampai mendzolimi orang yang menganggap kita kaku, nasihatilah ia dan jika ia menasihati kita, terimalah, bukankah salah satu orang yang beruntung adalah yang istiqomah dalam nasihat-menasihati (lihat QS. Al ‘Ashr).

Tentu sebagai umat beragama kita setuju dengan (2), setiap langkah kita tentu berbeda karena orientasi kita adalah ridho Allah Ta’ala. Khoir (baik menurut Allah) serta ma’ruf (baik menurut kebiasaan) menjadi dasar kita dalam bersikap dan menampilkan perilaku uswah hasanah / memberikan keteladanan dengan mengutamakan ridho Allah.

Pernah saya mendapat cerita, jika helm tidak pas dengan kepala kita maka yang diperbaiki bukan ukuran kepala kita tetapi ukuran helm tersebut, jika ada syari’at Islam yang menurut kita tidak sesuai maka jangan rubah syari’at itu tetapi perbaikilah penafsiran kita terhadap syari’at tersebut. Karena Islam adalah rahmat untuk seluruh alam, Islam itu mudah, Islam agama pencerahan, tinggal bagaimana kita dalam berislam. Semoga kita istiqomah dalam menjalankan Islam, Allah hujamkan iman yang kokoh di qolbu dan semoga ridho Allah selalu atas kita.

*)Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah

**)dalam republika.co.id

Bilangan dan Angka, Sama Nggak sih?

Kawan,
Istilah bilangan dan angka banyak diantara kita sering menggunakannya dalam kehidupan sehari-hari dengan hampir tidak ada perbedaan. Seseorang menyebut bilangan tiga mungkin maksudnya angka tiga, atau menyebut angka sebelas tetapi maksudnya menyebutkan bilangan sebelas. Bilangan memang mempunyai pengertian yang berbeda-beda berdasarkan redaksi kalimat, tetapi pada dasarnya mempunyai persamaan dalam isinya.
Istilah bilangan dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia diartikan sebagai: (1) banyaknya benda dsb; (2) satuan dari jumlah atau banyaknya sesuatu; (3) lingkungan; dan (4) perhitungan untuk mengetahui untung dagang.
Bilangan juga dapat didefinisikan sebagai suatu ide atau gagasan yang bersifat abstrak dan menyatakan banyaknya anggota dari suatu kelompok atau himpunan.
Lambang bilangan atau numeral yaitu penamaan dan perlambangan dari kelompok tersebut. Contohmya, jika suatu himpunan atau kelompok huruf vokal memiliki anggota (a, i, u, e, dan o), maka anggota kelompok tersebut dapat dinyatakan dengan bilangan yang dinyatakan sebagai “lima”. Himpunan tersebut dapat diwakili dengan perlambangan “5” (lambang bilangan Hindu Arab), dan “V” (lambang bilangan Romawi).

Nah, kalau Angka....
Angka dalam Bahasa Inggris disebut digit atau numeral. Angka berbeda dengan bilangan atau lambang bilangan. Angka hanya berupa 0, 1, 2, 3, 4, 5, 6, 7, 8, 9 (ada 10 angka), sedangkan bilangan dapat terdiri dari satu angka atau kombinasi beberapa angka, seperti 5, 11, 113, 1995, dan seterusnya. Dengan kata lain, angka adalah bilangan, tetapi bilangan belum tentu angka. Misalnya, “80” adalah bilangan tetapi bukan angka karena “80” terdiri dari dua digit yaitu “8” dan “0”.
Angka membentuk suatu lambang bilangan, contohnya “23” adalah lambang bilangan dari dua puluh tiga yang terdiri dari dua angka, dan “234” adalah lambang bilangan dari dua ratus tiga puluh empat dan terdiri dari tiga angka.
Perbedaan antara angka dan lambang bilangan terlihat jelas pada nilai tempat (place value) suatu angka. Contohnya “987”, angka 9 berada pada nilai tempat ratusan yang berarti 900, angka 8 berada pada nilai tempat puluhan yang berarti 80, dan angka 7 berada pada nilai tempat satuan yang berarti 7. Jadi, 987 memiliki bentuk panjang 900 + 80 + 7 atau sembilan ratus ditambah delapan puluh ditambah tujuh.
So, sekarang kita sudah tahu kalau angka dan bilangan itu berbeda.

Semoga bermanfaat Kawan...:)

Salam Prestasi !!
Postingan Lebih Baru Postingan Lama Beranda

About Me

Foto Saya
Bimbel Matematika, Pendampingan ABK, Psikologi Islam, Panahan, Seminar Pendidikan, dan Outbond silakan tinggalkan komentar atau DM di IG @viqinursekha , Youtube: Mas Viqi , Facebook Viqi Nur Sekha
 

Entri Populer

 

Templates by Nano Yulianto | CSS3 by David Walsh | Powered by {N}Code & Blogger