Bismillaahir
rahmaanir rahiim
Assalaamu’alaykum
Wr. Wb.,
Selamat siang dan salam sejahtera
bagi kita semua,
Yang saya hormati dan saya
banggakan para hadir dan seluruh rekan muda Indonesia.
Alhamdulillaah
Puji Syukur kita panjatkan kehadirat Allah SWT Tuhan Alam Semesta yang telah
menempatkan kita di negeri yang “Gemah ripah loh jinawi”, Indonesia.
Sholawat
dan salam semoga senantiasa tercurah limpahkan kepada nabi Muhammad SAW, sang
pemimpin sejati yang telah mendobrak benteng-benteng kejahiliyahan dan
mendirikan zaman peradaban yang madani, sang edukator sejati yang telah
mengajarkan kepada kita bahwa hidup adalah kebermanfaatan.
Pada kesempatan yang istimewa ini, saya akan
menyampaikan pidato dengan tema “Indonesia berdikari, Lingkungan dan alam tetap
lestari”
Hadirin yang saya hormati,
Kita dan warga dunia tentu sepakat
bahwa Indonesia adalah sebuah negeri yang begitu Indah,
Jumlah
keindahan Indonesia tidak bisa diterjemahkan dengan angka, bahkan oleh
matematikawan Phytagoras sekalipun. Keindahan Indonesia terbentang luas dari
Gunung Peutsagu di Aceh sampai Pegunungan Jaya Wijaya di Papua. Indonesia
bertaburan 17.500 lebih pulau bak bintang bertaburan di langit malam yang
indah. Pulau-pulau indah Indonesia dikelilingi oleh laut yang begitu kaya
dengan sumber daya alam. Letak Indonesiapun sangat strategis selain berada di
khatulistiwa sehingga sangat produktif untuk pertanian, peternakan dan
perikanan baik di darat maupun di lautan, Indonesia juga diapit 2 samudera luas
Samudera Hindia dan Samudera Pasifik, diapit 2 Benua: Benua Asia dan Benua
Australia. Kekayaan Indonesia juga tercermin dari keberagaman suku bangsanya
yang lebih dari 1130 suku bangsa beserta dengan keanekaragaman budaya, adat,
flora dan faunanya.
Saudara-saudara yang saya hormati,
Pada tahun 2010 Badan Pusat
Statistik telah melakukan sensus penduduk dan hasilnya jumlah penduduk
Indonesia mencapai 237.641.326 jiwa terbanyak ke-4 di dunia setelah China,
India dan Amerika dan pada tahun 2025 diperkirakan Penduduk Indonesia berkembang
menjadi 273,7 juta jiwa. Namun dari jumlah penduduk yang besar tersebut
penyebarannya tidak merata dan SDM masih belum mampu untuk mengolah, mengatur
dan memanfaatkan sebanyak-banyak dan sebaik-baiknya untuk Indonesia berdikari.
Tapi
kita tentu bertanya-tanya kenapa Indonesia masih tertinggal dari China, India
dan Amerika dalam hal ekonomi, pendidikan, teknologi dan sebagainya meskipun
jumlah penduduk mereka lebih banyak dibanding Indonesia. Teknologi China, India
dan Amerika telah lebih mutakhir dan bahkan bisa untuk menguasai pasar dunia.
Lalu,
apakah pendidikan Indonesia juga harus meniru pendidikan Amerika?!
Kita
harus katakan tidak!! Karena Indonesia adalah negara yang kaya raya sumber daya
alamnya, tongkat ditancapkanpun akan berbuah. Jika kekayaan Indonesia dikelola
dengan baik maka Indonesia akan menjadi Indonesia yang berdikari.
Saudara-saudara sebangsa dan
setanah air,
Menurut data Kementerian Dalam
Negeri Indonesia tahun 2013 terdapat 72.944 wilayah administrasi desa. Desa dan
penduduknya banyak tapi Indonesia belum berdikari bahkan alamnya banyak yang
rusak, oleh karena itu maka Pendidikan Indonesia harus berdasarkan dengan
kearifan lokalnya, yaitu Pendidikan yang mengajarkan pemanfaatan potensi lokal
dan cara melestarikannya.
Hasil
kajian Puslitbang BKKBN 2011 menunjukkan bahwa dari 23.902.077 jiwa penduduk
kelompok umur 19-24 tahun hanya 0,66 persen tamat Diploma IV/Perguruan Tinggi. Dari
total jumlah remaja yang ada persentase buta huruf remaja laki-laki 0,8 persen,
dua kali lebih besar dibandingkan penduduk remaja perempuan 0,44 persen yang
buta huruf.
Berdasarkan
data Sensus Penduduk 2010, Jumlah angkatan kerja sebanyak 172.070.339 jiwa,
66,06 persen diantaranya adalah remaja usia 15-24 tahun, jumlah tersebut menunjukkan
bahwa penduduk remaja cukup besar yang termasuk dalam angkatan kerja yang perlu
ditingkatkan kualitasnya agar dapat benar-benar sebagai aset pembangunan yang
potensial.
Hadirin yang saya hormati,
Dengan Indonesia memiliki jumlah
desa yang besar serta berada di wilayah yang strategis dan menguntungkan tentu
Indonesia harus menjadi negara yang makmur dan berdikari yaitu negara yang
mampu mengolah dan memanfaatkan Sumber Daya Manusia dan Alamnya sebaik mungkin
untuk kemajuan dan kemakmuran bangsanya. Lalu, bagaimana caranya?!
Moh.
Yamin pernah mengatakan bahwa : “Desa adalah ibarat kaki bagi negara, jika kaki lumpuh maka tubuh
dan kepala tidak akan maksimal”
Oleh
karena itu Pemudi-Pemuda Indonesia harus turut berperan dengan menjadi generasi
yang terdidik terutama melalui pendidikan formal, kemudian kembali ke desa,
membangun desa dan melestarikan alamnya. Jika hal tersebut terjadi maka kaki-kaki
Indonesia yaitu Desa terbangun, maju dan alamnya lestari sehingga Indonesia
tidak pincang lagi dan siap berdikari tanpa melupakan kelestariaan alamya
bahkan laut Indonesia menjadi kolam susu dunia, ladang Indonesia menjadi sumber
ternak dan sumber pertanian dunia, hutan Indonesia kembali menjadi nafas dunia.
Hadirin
yang saya hormati,
1
abad Indonesia di depan mata,
1
abad Indonesia 2045 harus menjadi perayaan Indonesia Maju dan Berdikari.
Saudara-saudara sebangsa dan
setanah air,
Sebagai generasi muda bangsa
penerus dan penyempurna estafet kepemimpinan masa depan, kita harus
mempersiapkan diri dengan pendidikan yang berbasis kearifan lokal yaitu
pendidikan yang mengajarkan pemanfaatan potensi lokal dan cara melestarikannya.
Setelah itu kita turut serta membangun desa, membangun kaki negara.
Saat
ini dan yang akan datang adalah jatah kita mengukir prasasti emas Kemajuan
Indonesia Kemajuan bangsa kita, menjadikan Indonesia bangsa yang berdikari dan
alam tetap lestari.
Jangan
berfikir apa yang diberikan negara untukmu, tapi berupayalah apa yang kau
berikan untuk negeri ini. Maju Terus Pantang Menyerah!!
terima
kasih.
Wassalaamu’alaikum
Wr. Wb.
Viqi Nursekha