Ngomong-ngomong
soal jodoh, kemarin (13/6) tadinya ngobrol kebaikan-kebaikan silaturahim dan
ngalor ngidul lainnya (obrolan ringan bermanfaat J) temanku tiba-tiba bahas jodoh, ya aku belum
pengalaman –baru sering ikut kajian & diskusinya, hehe sering..buat bekal-.
Temanku ini beda 10 tahun denganku dan sudah berkeluarga pula. Tentu dia
laki-laki dong...:D kebetulan dia punya saudara yang mau nikah dan saudaranya
teman seangkatanku, terus dia nanya ke aku kapan rencana nikah?, aku jawab
antara umur sekian dan sekian, aku menyebut rentang usia yang menurutku ideal.
Terus nanya lagi, sudah punya pandangan/calon?, “Aku masih betah sendiri, jadi
belum” jawabku. Lanjutku, “Ya nanti kalau aku udah siap & nyari insyaAllah
pasti bakal ketemu juga jodohku itu”.
Dia
pun cerita kisah cinta pengalaman pribadi. Baginya rasa cinta itu mulia tak
sekedar suka lawan jenis tapi bagaimana kita bisa saling melengkapi dengan
pasangan, termasuk saling melengkapi dalam amar
ma’ruf nahi munkar. Dia pernah menjalin komitmen dengan kakak kelasku untuk
menikah tapi gagal juga, malah dia menikah dengan wanita yang akrabnya baru
sekitar sebulan, sebelumnya sebatas kenal di organisasi yang sama. Jadi dia
menikah tanpa proses pacaran. Prosesnya dia kenal di organisasi yang sama
dengan istrinya itu, kemudian si perempuan mengundang dia ke rumahnya. Saat di
undang itu ternya si perempuan mengundang keluarga besar, disitulah ditanyakan
oleh pihak perempuan terkait kesiapan temanku untuk menikah. Ditawarkan menikah
sebulan lagi, temanku jawab siap. Temanku kemudian menyampaikan ke orangtua
kalau dia mau menikah dan sekitar 3 minggu lagi akan ada tamu datang dari pihak
perempuan. Singkat cerita sekitar sebulan setelah dia diundang pihak perempuan,
dilaksanakanlah pernikah. Alhamdulillaah keluarga kecilnya bahagia dan sudah
dikaruniai 1 putra usia 4 tahun dan 1 putri usia sekitar sebulan.
Sebaris
lirik lagu Apa Kabar Sayang punya Armada, “Apa kabar kamu sayang di sana?”.
Saat mendengar syair tersebut dengan gaya khas Armada membawanya tentu ya jadi
enak didengar, terlintas di fikiran ini “Apa kabar jodohku disana? yang aku
sendiri belum tau siapa bidadari yang Allah kirimkan untukku itu J”. Aku yakin dia tak jauh berbeda dengan aku karena
Allah sudah memaklumkan yang baik untuk yang baik, yang buruk untuk yang buruk.
Mudah-mudahan aku termasuk orang yang baik dan Teman-teman yang baca juga
mudah-mudahan termasuk hamba yang baik di hadapan Allah Ta’ala. Aamiin ya rabbal ‘aalaamiin.
Purwokerto,
19 Ramadhan 1438 H / 14 Juni 2017 M




0 komentar:
Posting Komentar