Selasa, 28 November 2017

Mengenal IMM UNSOED

Sejarah dan Identitas Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah di UNSOED

Sebagai sebuah organisasi yang selalu berusaha mempelopori gerakan-gerakan organisasi kepemudaan yang lain, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) selalu berpijak pada sebuah sejarah yang membuat IMM ini lahir, sebuah sejarah yang seharusnya selalu menjadi cambuk ketika para kader Ikatan sudah mulai kehilangan kepeloporannya.
Sebuah identitas yang bisa membedakan IMM dari organisasi-organisasi lain di saat organisasi-organisasi kepemudaan yang lain mulai terperosok pada jerat kekuasaan dan politik vertikal, IMM tetap bersih dan selalu berusaha bersih.


Sejarah Singkat Berdirinya IMM di UNSOED
Pada tahun 1992 sebagian Mahasiswa Muhammadiyah di UNSOED mulai merintis berdirinya IMM di kampusnya ini. Pada dasarnya IMM didirikan atas dua faktor integral, yaitu faktor internal dan eksternal. Faktor internal bersumber dari kondisi Mahasiswa Muhammadiyah sendiri yaitu belum adanya wadah khusus di kampus untuk berproses dan berdakwah amar ma’ruf nahi munkar, sedangkan aspek eksternal disebabkan kondisi di luar Mahasiswa Muhammadiyah, yaitu realitas Mahasiswa Islam dan Mahasiswa UNSOED pada umumnya pada saat itu.


IMM UNSOED, Muhammadiyah dan Ortom
IMM merupakan kekuatan besar dalam setiap momentum di kampus dan sekitarnya, namun saat awal berdiri IMM di UNSOED dapat dikatakan berjalan sendiri tanpa dukungan dari Muhammadiyah maupun ortom. Tahun 2010-an IMM UNSOED mencoba berkomunikasi dengan Civitas Akademika UNSOED yang berlatar belakang Muhammadiyah, PRM & PCM di Purwokerto Utara, PDM serta Ortom. Hingga bisa melaksanakan Silaturahim sekaligus Tabligh Akbar yang pertama pada 2012 dengan pembicara Ayahanda Dahlan Rais (PPM), dilanjut 2013 Ayahanda Abdul Mu’thi (PPM),  2014 Prof. Totok Agung (Ketua LPPM UNSOED dari Muhammadiyah), kemudian 2016 Ayahanda Tafsir (Ketua PWM Jawa Tengah) dan tahun ini 2017 Ayahanda Asep Ketua Majelis Pendidikan Kader PPM. Setelah agenda tersebut, IMM UNSOED lebih dikenal baik di kampus maupun di luar kampus khususnya oleh Muhammadiyah dan Ortom.
Sampai 2017 tercatat ada lebih dari 100 Mahasiswa Muhammadiyah di UNSOED, dan dari dosen serta karyawan tercatat lebih dari 40 orang. Dengan jumlah yang cukup banyak perlu sinergisitas untuk dakwah amar ma’ruf nahi munkar, sehingga acara silaturahim dan tabligh akbar menjadi momentum yang sangat penting.


Pada Jum’at Manis, 6 Rabiul Awwal 1437 H bertepatan 18 Desember 2015 M melalui rapat pleno ditetapkan Visi dan Misi IMM Soedirman

VISI
            IMM Soedirman: Berkarakter Profetik, Berkualitas dan Progresif untuk Mencapai Tujuan IMM*.

MISI
1.      Reaktualisasi nilai-nilai keislaman sebagai sendi kehidupan.
2.  Meningkatkan kualitas kinerja yang harmonis dan menumbuhkan kesadaran berjuang dengan semangat pengabdian dan pembaharuan.
3.      Menciptakan iklim budaya keilmuan dalam bingkai kearifan lokal.
4.   Turut berperan aktif dan kritis terhadap masalah sosial masyarakat serta secara proaktif senantiasa mengambil peran strategis.
5.      Memfasilitasi pengembangan minat dan bakat.
6.      Mengenalkan dan mengembangkan jiwa berwirausaha sebagai modal awal hidup mandiri.
7.      Menumbuhkan dan mengembangkan jiwa kepemimpinan
8.      Meningkatkan tertib administrasi dalam rangka tertib organisasi




IMM Soedirman UNSOED

*Catatan:
1.      Seperti yang dirumuskan dalam AD IMM, tujuan didirikannya IMM adalah: “Mengusahakan terbentuknya akademisi muslim yang berakhlak mulia dalam rangka mencapai tujuan Muhammadiyah”.

2.      AD Muhammadiyah BAB III Pasal 6:
Maksud dan Tujuan Muhammadiyah ialah menegakkan dan menjunjung tinggi Agama Islam sehingga terwujud masyarakat Islam yang sebenar-benarnya.

Kamis, 15 Juni 2017

Apa Kabar Kamu Sayang di Sana?


Ngomong-ngomong soal jodoh, kemarin (13/6) tadinya ngobrol kebaikan-kebaikan silaturahim dan ngalor ngidul lainnya (obrolan ringan bermanfaat J) temanku tiba-tiba bahas jodoh, ya aku belum pengalaman –baru sering ikut kajian & diskusinya, hehe sering..buat bekal-. Temanku ini beda 10 tahun denganku dan sudah berkeluarga pula. Tentu dia laki-laki dong...:D kebetulan dia punya saudara yang mau nikah dan saudaranya teman seangkatanku, terus dia nanya ke aku kapan rencana nikah?, aku jawab antara umur sekian dan sekian, aku menyebut rentang usia yang menurutku ideal. Terus nanya lagi, sudah punya pandangan/calon?, “Aku masih betah sendiri, jadi belum” jawabku. Lanjutku, “Ya nanti kalau aku udah siap & nyari insyaAllah pasti bakal ketemu juga jodohku itu”.

Dia pun cerita kisah cinta pengalaman pribadi. Baginya rasa cinta itu mulia tak sekedar suka lawan jenis tapi bagaimana kita bisa saling melengkapi dengan pasangan, termasuk saling melengkapi dalam amar ma’ruf nahi munkar. Dia pernah menjalin komitmen dengan kakak kelasku untuk menikah tapi gagal juga, malah dia menikah dengan wanita yang akrabnya baru sekitar sebulan, sebelumnya sebatas kenal di organisasi yang sama. Jadi dia menikah tanpa proses pacaran. Prosesnya dia kenal di organisasi yang sama dengan istrinya itu, kemudian si perempuan mengundang dia ke rumahnya. Saat di undang itu ternya si perempuan mengundang keluarga besar, disitulah ditanyakan oleh pihak perempuan terkait kesiapan temanku untuk menikah. Ditawarkan menikah sebulan lagi, temanku jawab siap. Temanku kemudian menyampaikan ke orangtua kalau dia mau menikah dan sekitar 3 minggu lagi akan ada tamu datang dari pihak perempuan. Singkat cerita sekitar sebulan setelah dia diundang pihak perempuan, dilaksanakanlah pernikah. Alhamdulillaah keluarga kecilnya bahagia dan sudah dikaruniai 1 putra usia 4 tahun dan 1 putri usia sekitar sebulan.

Sebaris lirik lagu Apa Kabar Sayang punya Armada, “Apa kabar kamu sayang di sana?”. Saat mendengar syair tersebut dengan gaya khas Armada membawanya tentu ya jadi enak didengar, terlintas di fikiran ini “Apa kabar jodohku disana? yang aku sendiri belum tau siapa bidadari yang Allah kirimkan untukku itu J”. Aku yakin dia tak jauh berbeda dengan aku karena Allah sudah memaklumkan yang baik untuk yang baik, yang buruk untuk yang buruk. Mudah-mudahan aku termasuk orang yang baik dan Teman-teman yang baca juga mudah-mudahan termasuk hamba yang baik di hadapan Allah Ta’ala. Aamiin ya rabbal ‘aalaamiin.


Purwokerto, 19 Ramadhan 1438 H / 14 Juni 2017 M

Khusu’ saat Makan Sungguh Nikmat, Apalagi saat Sholat !


Rabu kemarin puasa ke 12 tahun 1438 H tepat 7 Juni 2017 M entah keberapa kali aku buka puasa di Masjid 17, tempat favoritku Ramadhan tahun ini di Purwokerto. Karena selain banyak kajian dan ada buka bersama selama Ramadhan di masjid ini, bagiku imamnya istimewa bacaannya apalagi punya nama sama sepertiku, Nursekha J. Teman-temanku pun banyak yang ke masjid ini.
Aku dkk sering buka bareng alias bukber di Masjid 17 meski tak pernah bikin janji dan berangkat pun tak bareng karena beda kost bahkan beda kampus. Biasanya setengah jam jelang maghrib ada kajian, kemudian saat masuk maghrib kami mengawali buka dengan minum dan makan kurma/manisan di shof paling belakang yang digelar karpet plastik khusus untuk tempat duduk saat makan. Dilanjut wudlu dan sholat maghrib. Setelah sholat maghrib, shof paling kanan membagikan makan besar alias nasi box secara estafet ke jamaah di sebelah kirinya.
Biasanya aku dkk menggerombol untuk makan bersama. Rabu (7/6) itu berbeda, teman-teman tetap menggerombol dan aku secara refleks duduk di pojokan di bekang jama’ah yang lain tidak bergabung dengan teman-teman untuk makan. Selesai makan, salah satu teman menanyakan ihwal kenapa aku saat makan tadi menyendiri, “supaya khusu’ ” jawabku. Sebenarnya aku tak mempermasalahkan makan bersama, tapi saat itu aku ingin –khusu’- saat makan berbuka. Saat makan bersama pun khusu’ makan bisa dicapai. Sungguh nikmat khusu’ saat makan apalagi khusu’ saat sholat, aku menarik nafas dan mengucap Allahu akbar. Semoga sholat kita khusu’ dan diterima Allah Ta’ala.
Purwokerto, 19 Ramadhan 1438 H / 14 Juni 2017 M


Postingan Lebih Baru Postingan Lama Beranda

About Me

Foto Saya
Bimbel Matematika, Pendampingan ABK, Psikologi Islam, Panahan, Seminar Pendidikan, dan Outbond silakan tinggalkan komentar atau DM di IG @viqinursekha , Youtube: Mas Viqi , Facebook Viqi Nur Sekha
 

Entri Populer

 

Templates by Nano Yulianto | CSS3 by David Walsh | Powered by {N}Code & Blogger