“Tuan, sebutir pelurumu yang nanti menembus kepalaku
hanya akan membunuhku. Tapi tulisan dan buah pikiranku akan menembus ratusan,
ribuan, jutaan kepala orang,” Sayyid Quthb.
Menulis-publikasi, menulis-publikasi itulah hobi
baru yang saya coba lakukan akhir-akhir ini. Menulis artikel ilmiah, essay atau sekedar opini-opini ringan,
semuanya saya lakukan mengalir begitu saja, entah
itu sesuai pakem kepenulisan atau
tidak. Kemudian saya coba publikasikan di majalah, jurnal kampus, blog saya
ataupun hanya sekedar untuk update
status di media sosial, intinya yang penting dipublikasikan. Harapannya sih tulisan saya bisa menginspirasi dan
bermanfaat untuk yang membacanya.
Sampai pada dluha Jum’at, 29 April 2016 seperti
biasa sebelum sholat dluha di mushola FMIPA UNSOED tempat nongkrong saya dan teman-teman Jurusan Matematika angkatan 2013,
saya membaca papan informasi (pansi) di mushola itu. “Wow!! Alhamdulillaah, Pelatihan Jurnalistik dan Penulisan,” ucapku
spontan, pamflet di pansi tersebut tertera tanggal pendaftaran sampai 30 April
2016, “Wah.. besok dong,” ujarku dalam hati. Pelatihan tersebut kerjasama UKKI
UNSOED dan MuslimDaily.net . Selain mengisi formulir pendaftaran, saya sebagai
calon peserta diminta mengirimkan sebuah tulisan tentang jurnalistik atau
penulisan. Hari itu saya pulang malam dari kampus, karena ada agenda UKM, tak
sempatlah saya mendaftar pelatihan tersebut. Sampai sebelum tidur, saya masih
merencanakan untuk ikut pelatihan tersebut.
Sabtu keesokan harinya alhamdulillaah saya sempat
mendaftar dengan mengisi formulir online
dan mengirim sebuah tulisan yang saya beri judul “Tulisan Media Massa, Merubah
Kehidupan Kita”, dengan harapan saya bisa lolos sebagai peserta, karena saya
ingin sekali menjadi penulis yang baik dan bermanfaat. Pengumuman peserta yang
lolos dijadwalkan Ahad, 8 Mei, tapi sampai tanggal 10 Mei pagi belum ada kabar
peserta yang lolos, yang setahu saya pengumuman akan melalui whatsapp. Saya hari itu kuliah dan
aktivitas di kampus seperti biasa, maghrib saya pulang ke kost, menjelang Isya
saya buka tablet , langsung banyak
pesan masuk, salah satunya pesan dari grup whatsapp
yang sebelumnya saya belum tergabung, grup baruku “Pelatihan Jurnalistik dan
Penulisan MD.Net”, saya baca pengumuman di grup tersebut, alhamdulillaah saya
lolos menjadi peserta pelatihan.
Selang dua hari setelah pengumuman, ba’da ashar
Kamisnya technical meeting (TM) di
Masjid Nurul Ulum, masjid kampusku. Ternyata pelatihan ini menginap dan dimulai
Jum’at pagi, saya niatkan ikut pelatihan ini sampai akhir meski saya ingin
sekali datang ke Mata Najwa di alun-alun Purwokerto, tiket pun sudah ditangan,
saya batalkan datang ke Mata Najwa karena acaranya berbenturan dengan
pelatihan. Saya yakin, pasti akan mendapatkan manfaat yang lebih dengan
mengikuti pelatihan kepenulisan ini.
Jum’at, 13 Mei jam 10 pagi saya tiba di Gedung Serba
Guna Masjid Fatimatuzzahra (GSG Mafaza) tempat pelatihan jurnalistik dan
penulisan, waktu itu masih pembukaan dan sedang sambutan dari pihak Mafaza, saya
datang sedikit terlambat karena kuliah dulu, dan memang panitia memberikan
kelonggaran untuk hari pertama. Sambutan usai, materi pertamapun dimulai,
dengan pembicara Ustadz Burhan Sodiq, penulis nasional yang saya kagumi. Meski
materi pertama dibagi tiga sesi, sebelum dluhur, ba’da dluhur dan ba’da ashar
rasanya asyik, baik materi maupun
cara penyampaiannya. Materi pertama sudah membuka dan menambah wawasan baru
tentang penulisan, membuat saya semakin yakin pasti banyak manfaat dan harapan
saya bisa tercapai, menjadi penulis yang menginspirasi kebaikan untuk
pembacanya.
“Jika saya menjadi guru, hanya 40 anak yang akan
mendengar omongan saya. Tapi, jika saya menjadi wartawan (penulis-pen), ada
ribuan orang yang akan membaca tulisan saya,” Parni Hardi.
by Viqi Nursekha
7 Rajab 1437 H
14 Mei 2016 M




0 komentar:
Posting Komentar