Seorang pemuda yang
terlihat energik berdiri di depan outlet. Semburat senyum nampak terlihat jelas
kala kami menyapanya. Wajahnya selalu tampak gembira, ramah tamah menyambut
tamu yang datang. Ya, menyambut kami berempat dari MuslimDaily.Net , kamipun
langsung dipersilakan duduk di salah-satu tempat duduk yang terbuat dari kayu
yang dicat warna natural.
Pemuda bernama Junaidi, yang lebih akrab dipanggil “Bang Jo” Dia adalah seoranag CEO dan founder dari warung makan Ayam Kepruk di jalan H.Madrani Purwokerto.
Seorang mahasiswa aktif dari Fakultas Peternakan Unsoed Purwokerto. Statusnya sebagai
mahasiswa, tidak menghalangi untuk menjadi seorang pengusaha.
Bang Jo yang sejak SMP telah mengasah
jiwa pengusahanya dengan menjual berbagai macam properti bersama saudaranya,
telah membentuk pribadinya menjadi seorang pengusaha yang gigih dan pantang
menyerah.
Warung makan Ayam Kepruk yang berdiri
kurang lebih hampir satu tahun ini, telah memiliki 8-12 pegawai, yang setiap
harinya buka dari jam 9 pagi hingga jam 9 malam. Di warungnya ini, menyediakan
berbagai macam makanan olahan yang berbahan dasar ayam, jamur serta makanan lain.
Semangatnya dalam menjalani bisnis ini
dibarengi dengan semangatnya dalam mengamalkan nilai-nilai Islam. Seorang
pemuda ini sangat mengedepankan prisip-prinsip kehalalan dalam melakukan usaha.
Dimana dalam memulai usahanya ini, pemuda ini memastikan bahwa modal yang
diperoleh adalah modal yang halal. Kemudian juga, dalam mendapatkan hingga
memproses bahan baku serta penyajiannya harus dipastikan kehalalannya. Karena
pemuda ini memang memiliki motto
hidup “Sukses Dunia Akhirat”, sehingga benar-benar tidak ingin usahanya ini
malah menjadikan dia celaka nanti di akhirat.
Selain itu pula, pemuda ini memiliki
semangat untuk menyajikan makanan
yang halalan thoyyiban bagi para konsumen. Hal ini dijamin dengan mendaftarkan
produknya untuk mendapatkan sertifikat halal dari MUI.
Usaha yang dimulai hanya dengan modal 3
juta ini telah berkembang menjadi sebuah usaha yang telah memiliki asset
senilai 150 juta serta menghasilkan omset sampai 4jt tiap hari. Dalam menjalani
usahanya, Bang Jo
dibantu oleh seorang temannya yang bernama Awal. Mereka berdua bekerjasama dalam
mengelola warung Ayam Kepruk.
Kendala yang dihadapi selama menjalani
bisnis kuliner di Kota
Satria ini tentu tidak bisa dianggap sepele. Bisnis makanan bak jamur di musim
hujan. Semua berlomba-lomba menginvestasikan dananya untuk bisnis ini. Hal ini
merupakan sebuah tantangan yang cukup berat untuk dihadapi. Walaupun begitu
dengan motto kerja “Bergerak dan Bergerak”, Bang Jo selalu melakukan perbaikan dari waktu kewaktu, mulai dari
perbaikan layanan serta kualitas produk hingga promosi yang massif dan menarik.
Sehingga usaha Bang Jo ini tidak
kalah dengan pesaing-pesaing bisnisnya.
“Selalulah bergerak dan bergerak untuk
memperbaiki usaha, jangan sampai kita diam di tempat, karena kita akan
tertinggal dengan pesaing bisnis kita” itulah pesan penutup yang diberikan oleh
Bang Jo kepada kita semua untuk terus
berjuang untuk menjadi seorang pebisnis di dunia dan di akhirat.
Oleh: Viqi Nursekha, Aleks, Taufik, Al Khawarizmi
7 Rajab 1437 H / 14 Mei 2016 M




0 komentar:
Posting Komentar